batampos.co.id – Dua pelaku pencetak dan pengedar uang palsu di Kota Batam mengaku sudah mengedarkan rupiah abal-abal milik mereka di beberapa tempat di Kota Batam.
Seorang pelaku, Usman Ali Basah, mengatakan, mereka baru dua pekan di Kota Batam. Pekan pertama mereka beraksi di Saguba, Sagulung dan pekan kedua di Simpang Dam.

“Yang sudah diedarkan 20 lembar uang pecahan Rp 100 ribu,” ujarnya saat ditanyai, Senin (1/7/2019). Usman menjelaskan, ia dan Sarifudin belajar membuat uang palsu di salah satu kanal youtube.
“Belajar dari internet, coba-coba saja,” ujarnya.
“Kami ke Batam mau cari kerja tapi belum dapat dan modal yang ada buat beli mesin print (untuk memfotokopi uang palsu),” ujar Usman.(eja)
