Selasa, 17 Maret 2026

Pelaku Pencetak Uang Warnai Rupiah Abal-abal Dengan Pensil Warna

Berita Terkait

batampos.co.id – Dua pelaku pencetak dan pengedar uang palsu di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, ternyata hanya menggunakan mesin printer, kertas HVS dan pensil warna untuk menghasilkan rupiah abal-abal.

Kapolsek Seibeduk, AKP Joko Purnawanto, mengatakan, selain mendapati uang palsu dari tangan dua pelaku pihaknya menyita satu unit mesin printer merk Cannon sebagai alat pencetak.

“Modus yang dilakukan kedua pelaku, uang asli Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu difotokopi menggunakan kertas HVS,” ujarnya, Senin (1/7/2019).

Kata dia, hasil fotokopi nyaris sama seperti uang asli namun tidak dilabeli benang pengaman sebagaimana uang asli.

“Mesin print sudah disetting untuk memfotokopi uang bolak balik dan atu kertas HVS bisa hasilkan delapan lembar uang palsu,” tutur Joko.

Kapolsek Seibeduk, AKP Joko Purnawanto memperlihatkan uang palsu yang dicetak dan diedarkan Usman Ali Basah dan Syarifudin. Keduanya diamankan personel Polsek Sei Beduk saat mengedarkan uang palsu tersebut di kawasan Mukakuning, Kota Batam. Foto: Eja/batampos.co.id

Meski nyaris sama, kata Joko, lembaran uang palsu hasil karya Usman Ali Basah dan Syarifudin sangat mudah dibedakan dengan uang asli.

“Tahulah kita gimana kertas HVS kalau diremas, jelas beda dengan lembaran uang asli yang bisa balik walaupun tidak semulus seperti awal,” ujarnya.

Baca Juga: Pencetak dan Pengendar Uang Palsu di Kota Batam Ditangkap

Kata Joko, untuk menghasilkan cetakan yang lebih mirip dengan lembaran uang asli, pelaku melakukan pewarnaan manual menggunakan pensil warna pada bagian hasil copian yang kurang jelas.

Menurut pengakuan kedua pelaku, uang palsu yang sudah mereka edarkan sekitar 20 lembar baik.

Uang palsu tersebut lanjutnya sebagian ada yang digunakan untuk berbelanja dan diberikan kepada teman-teman mereka.

“Itu pengakuan mereka. Tapi dengan modus dan cara kerja mereka seperti ini, kami yakin mereka ini sindikat (pembuat upal),” ujarnya.

“Yang mungkin sudah banyak mencetak dan mengedarkan upal (uang palsu) di masyarakat Ini masih kami dalami terus,” kata Joko lagi.(eja)

Update