batampos.co.id – PT Adhya Tirta Batam (ATB) mengajak pesepeda di Kota Batam untuk melihat kondisi Dam Sei Harapan pasca kekeringan beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu PT ATB juga mengajak pesepeda untuk turut menanam pohon dalam kegiatan ATB–BP Batam Festival Hijau 2019.

Head of Corporate Secretary PT ATB Maria Jacobus, mengatakan rencananya penanaman pohon akan dipusatkan di Dam Sei Harapan, Sekupang, Minggu (28/7/2019) mendatang.


“Kita akan start di Kepri Mall lalu bersama-sama bersepeda ke Sei Harapan,” ujar Selasa (2/7/2019).

Kata dia, seluruh peserta akan gowes bersama dari Kepri Mall melalui Adhya Building menuju Simpang Jam, kemudian berbelok ke arah Tiban dan terus hingga ke Sei Harapan.

“Setibanya di Waduk Sei Harapan, pesepeda akan diberikan bibit pohon untuk ditanam bersama,” ujar Maria.

Maria menjelaskan, pihaknya sengaja memfokuskan kegiatan penanaman pohon di waduk Sei Harapan karena kondisi hutannya yang sudah cukup memprihatinkan.

Kata dia, sejumlah titik di hutan ini telah terbakar, sementara beberapa titik lainnya gundul.

“Kondisi hutan yang semakin mengecil memengaruhi kondisi waduk,” jelasnya.

“Sedimentasi di waduk Sei Harapan juga semakin mengkhawatirkan, karena fungsi hutan untuk meminimalisir dampak semakin kecil. Akibatnya, daya tampung waduk menurun,” ujar Maria lagi.

Dia menjelaskan, air baku di waduk pertama di Batam itupun sempat tidak mampu mencukupi kebutuhan air bagi warga Batam.

Khususnya yang menetap di Tanjung Pinggir, Tanjung Riau, Sekupang, sebagian Tiban, dan sekitarnya akibat kekeringan beberapa waktu lalu.

“Dengan memusatkan kegiatan disana, kita bisa melihat bersama-sama kondisi waduk (Sei Harapan) terkini,” tuturnya.

Kegiatan sepeda santai ATB-BP Batam Festival Hijau, tahun 2018. Tahun 2019 ATB kembali mengundang para pesepeda Batam untuk turut berbartisipasi menanam pohon di Waduk Sei Harapan, sekaligus melihat kondisi waduk dan daerah tangkapan air pasca kekeringan. Foto: Dokumentasi Humas PT ATB.

Tujuannya kata Maria, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat secara langsung terhadap pentingnya peran hutan untuk menjaga keberlangsungan sumber air baku di Kota Batam.

Maria menjelaskan, dengan melihat kondisi waduk secara langsung, diharap kesadaran untuk menggunakan air seperlunya bisa tumbuh.

“Masyarakat bisa melihat betapa terbatasnya sumber air baku yang ada di Batam, sehingga perlu digunakan secara bijaksana,” jelasnya.

Kata dia, pemahaman masyarakat terhadap terbatasnya sumber daya air sangat penting.

Sehingga lanjutnya, masyarakat mau menggunakan air seperlunya, bukan secukupnya.

Pada program ATB-BP Batam Festival Hijau 2019,
jenis pohon yang ditanam adalah pohon keras dan berusia panjang.

Serta pohon yang menghasilkan buah untuk menjaga ekosistem alami hutan.

Pohon-pohon yang ditanami itu nantinya akan dirawat oleh Aliansi Budaya Mangrove.

Kegiatan menanam pohon lanjunya, menjadi salah satu kegiatan rutin yang menjadi bagian dari ATB-BP Batam Festival Hijau.

“Kegiatan penanaman pohon dipilih karena dapat membawa dampak berkelanjutan bagi keberlangsungan sumber air baku di Batam,” sebutnya.

Maria mengatakan, masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan tersebut bisa mendaftarkan diri di kantor ATB Sukajadi, kantor Batam Pos dan toko-toko sepeda yang ada di seluruh Batam.

Peserta cukup membayar Rp 75 ribu dan akan mendapatkan jersey, sarapan pagi serta goody bag dari ATB.

“Kami targetkan akan ada 1.000 pesepeda yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ucap Maria.

Kepala Bidang Pengelolaan Waduk BP Batam, Hadjad Widagdo, menambahkan, ATB dan BP Batam mempunyai perhatian serius dalam meningkatkan penghijauan.

Terutama di Dam Sei Harapan dan Dam Duriangkang. Kesempatan penanaman pohon akan digunakan untuk menghijaukan dan menjaga area resapan air.

“Penanaman pohon tidak hanya di Sei Harapan, tapi juga di Duriangkang. Namun untuk simbolis bersama komunitas sepeda dan stakeholder akan dipustakan di Sei Harapan,” tutup Maria. (nji)

Loading...