Semester I sudah berlalu. Kita sudah masuk semester II. Kita tutup lembaran, kita buka yang baru.

Pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK), kita harapkan situasi politik semakin kondusif.

Perekonomian kembali bangun dari tidur panjang. Sudah cukup susahnya. Kita cari kejar happy ending.

Ini kabar baik bagi dunia usaha. Sudah cukup ekonomi sulit. Menarik kita nanti, kebijakan apa lagi yang ditelurkan pemerintah untuk membangunkan dunia usaha.

Harapannya, ekonomi kembali stabil.

Baru-baru ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan insentif fiskal untuk properti.

Hasilnya memang belum tampak. Butuh proses yang tidak “simsalabim”. Semoga berdampak positif.

Tidak ada salahnya juga kita tunggu, kebijakan apa lagi yang dikeluarkan. Saya termasuk orang yang optimistis. Masih percaya dengan pemerintah. Si pengambil keputusan.

Dengan adanya regulasi yang berpihak pada dunia usaha, bisa meningkatkan perekonomian. Bisa menumbuhkan optimisme. Sudah barang tentu daerah dan masyarakatnya sejahtera.

Di tengah situasi sulit, perlu ada kebijakan populis. Yang bisa memberikan stimulus. Memberikan optimisme. Menumbuhkan perekonomian.

Butuh dukungan dari semua pihak. Pemerintah harus buka telinga. Tidak ada salahnya mendengarkan keluhan pelaku usaha.

Itu lebih baik. Demi kebaikan semua. Demi bangsa dan negara. Biar ekonomi makin berkembang.

Dengan segala permasalahannya, semester I sudah berakhir. Ekonomi dilaporkan belum sepenuhnya pulih, sementara daya beli masih stagnan.

Sedangkan investor masih tiarap. Kita coba bangun kembali di semester II.

Dengan segala optimisme dan semangat yang kita miliki. Tidak ada salahnya mencoba bangkit. Bangun dari keterpurukan. Biar semua sejahtera.

Banyak momentum yang bisa kita ambil di semester II. Misalnya, coba mengambil kesempatan di tengah pusaran konflik Amerika Serikat dengan Tiongkok. Saya yakin kita mampu.

Banyak karya anak bangsa yang bisa bersaing di kancah internasional. Tidak kalah. Lebih bermutu. Punya kualitas.

Begitu juga untuk lahan investasi. Kita tidak kalah dengan negara lain. Posisi kita stratgeis. Batam misalnya.

Kalau dikelola dengan baik. Plus regulasi yang benar. Bisa bersaing dengan Singapura dan negara lain.

Lagi-lagi kuncinya adalah regulasi. Untuk membangun kembali ekonomi bangsa, dibutuhkan regulasi yang tepat.

Bersahabat dengan investor. Bergandengan tangan dengan para pelaku usaha.

Ayo bagun! Indonesia negara besar. Kita bangun semua sektor. Kita jadikan semester II sebagai momen untuk bangun. Bangkit dari keterpurukan.(*)