batampos.co.id – Drainase utama di pinggir jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Kota Batam, persisnya depan lokasi pembangunan Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah tercemar tumpahan oli bekas.
Oli diduga berasal dari alat berat yang mengerjakan pembangunan Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah.
Cairan hitam tersebut mengenangi separuh drainase yang berada di depan lokasi pengerjaan masjid dengan kubah terbesar di Indonesia tersebut.
Informasi yang disampaikan warga sekitar kepada batampos.co.id, tumpahan minyak itu sudah terjadi sejak sepekan yang lalu.
Masyarakat menduga minyak tersebut bersumber dari dalam lokasi proyek. Tudingan warga bukan tanpa alasan.

Pasalnya warga melihat ada bekas aliar cairan minyak yang keluar dari dalam lokasi proyek.
“Hari pertama sudah kami sampaikan ke pihak proyek tapi tak digubris, malah makin banyak minyak yang ngalir ke drainase,” ujar Kirman, warga di sekitar lokasi, Selasa (2/7/2019).
Warga sekitar khawatir tumpahan minyak akan tercampur dengan air hujan dan merusak lingkungan sekitar.
Warga berharap hal itu dapat ditangani serius dari pihak proyek atau instansi pemerintah terkait.
“Ini masuk kategori limbah B3, jadi harus dibersihkan,” kata warga lainnya, Leo.
Saat dikonfirmasi pihak proyek enggan memberikan tanggapan. Petugas keamanan juga melarang para pewarta masuk ke lokasi.
Bahkan para pewarta diminta untuk tidak mempersoalkan tumpahan minyak tersebut. Dengan alasan drainase yang digenangi minyak dibuat sendiri oleh pihak proyek.(eja)
