Minggu, 26 April 2026

Anggota DPD RI: Pindahkan Pelabuhan Pelni dari Pelabuhan Batuampar

Berita Terkait

batampos.co.id – Anggota DPD RI dapil Kepri Haripinto minta pemerintah segera memindahkan Pelabuhan Pelni atau KM Kelud dari Pelabuhan Batuampar. Ia menilai pelabuhan tersebut harus difokuskan untuk bongkar muat barang.

”Itu sudah tidak layak di sana, harus dicari solusinya secepat mungkin agar pelabuhan Pelni jangan di sana (Batuampar),” jelasnya, Selasa (2/7/2019).

“Menurut saya sangat tidak layak, pindahkanlah dari sana,” katanya lagi.

Menurut Haripinto, jika memang di Pelabuhan Sekupang tidak bisa untuk operasional, maka harus dipikirkan bagaimana mengatasi masalah tersebut.

Namun dia menilai Pelabuhan Sekupang lebih layak dibanding Pelabuhan Batuampar untuk bersandar kapal Pelni.

”Di sana (Pelabuhan Batuampar) untuk bongkar muat barang dan ribuan penumpang KM Kelud atau kapal milik Pelni harus lewat dari sana,” paparnya.

“Menurut saya itu sangat berbahaya, belum lagi kondisi pelabuhannya masih butuh banyak pembenahan,” sebutnya lagi.

Calon penumpang PELNI tujuan Batam-Jakarta saat memasuki kapal yang bersandar di Pelabuhan Batuampar beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Ia juga meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam secepatnya membenahi pelabuhan kontainer atau pelabuham bongkar muat di Batuampar.

Menurutnya, selama kondisi pelabuhan tidak berubah, maka biaya kontainer akan tetap mahal.

”Ini saatnya untuk berbenah, sangat disayangkan di tengah Batam sedang gencarnya untuk mendatangkan investasi tetapi pelabuhannya masih jauh tertinggal,” tuturnya.

Senada disampaikan anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean. Dia juga meminta agar pelabuhan Pelni dibenahi fasilitasnya.

Menurutnya, Batam harus memiliki pelabuhan khusus untuk Pelni dan tidak disatukan dengan pelabuhan bongkar muat.

”Kita terbayang ke pelabuhan itu masuk truk atau kontainer besar dan ada calon penumpang Pelni yang mungkin naik motor atau naik angkot ke dalam,” ujarnya.

“Menurut saya ini sangat berbahaya,” katanya lagi.

”Jangan dibiarkan berlarut-larut, karena ada ribuan penumpang yang sekali berangkat dari sana, sangat bahaya,” terangnya.(ian)

Update