batampos.co.id – Hari kedua penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMAN dan SMKN di Batam, jumlah pendaftar terus bertambah.
Bahkan, nomor antrean yang dibagikan telah jauh melebihi kuota penerimaan yang ditetapkan. Seperti di SMAN 1 Batam di Sekupang. Ratusan orang antre untuk verifikasi berkas.
“Kami tetap buka, satu hari itu maksimal 100 pendaftar,” kata Kepala SMAN 1 Batam M Chaidir, Selasa (2/7/2019).
“Jadi, mereka yang sudah memilih SMAN 1 Batam harus melakukan verifikasi dan pengecekan titik koordinat (jarak lokasi rumah ke sekolah),” ujarnya lagi.
Ia mengatakan, melihat antusias orangtua yang melakukan verifikasi diperkirakan jumlah pendaftar melebihi kuota yang disediakan.
Tahun ini, jumlah siswa yang akan diterima di sekolah itu hanya 257 siswa dan ditempatkan di tujuh kelas nantinya.

“Kan masih ada beberapa hari lagi pendaftaran. Kami belum bisa memprediksi berapa total pendaftar di sini,” sebutnya.
Chaidir mengungkapkan, meskipun pemerintah sudah menghapus status sekolah unggulan, namun antusias siswa masuk ke sini tetap tinggi.
“Ya semua ingin ke sini tapi kan daya tampung tidak sanggup. Nanti tetap melihat jarak rumah ke sekolah,” imbuhnya.
Mengenai kebijakan penambahan rombongan belajar (rombel), Chaidir menjelaskan pihaknya tidak bisa mengambil keputusan. Karena lanjutnya itu merupakan kebijakan Dinas Pendidikan.
“Kami tuntaskan dulu penerimaan ini, setelah itu kami serahkan kepada dinas. Jika memang ada keputusan baru, itu pasca PPDB selesai dilaksanakan,” paparnya.
Nurahman, 43, warga Seiharapan menuturkan proses verifikasi berkas dan penghitungan titik koordinat berjalan dengan cepat.
Anaknya merupakan lulusan di SMPN 3 Batam dan sangat berharap bisa diterima di SMAN 1 Batam. “Biar dekat dari rumah, maka-nya saya sangat berharap anak saya bisa diterima,” imbuhnya.
Diumumkan 6 Juli 2019
Hari kedua verifikasi data Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online di SMAN 3 Batam di Batam Kota masih ramai, Selasa (2/7/2019).
Sekitar 350 calon siswa beserta orang tuanya telah antre sejak pagi. Padahal, kuota penerimaan di SMAN 3 hanya 252 siswa.
Asmira, warga Botania sangat berharap anaknya diterima di SMAN 3 Batam. Hal itu karena rumahnya dekat dengan sekolah favorit tersebut.
“Yang daftar banyak banget, rata-rata mereka mengaku tinggal dekat sini. Saya berharap anak saya bisa diterima,” harap wanita berusia 41 tahun ini.
Karena itu, ia meminta agar pihak sekolah dapat bersikap sportif dan bijaksana soal penerimaan siswa. Jangan sampai, sistem zonasi yang telah diterapkan pemerintah diabaikan pihak sekolah.
“Semoga sekolah punya pertimbangan yang baik. Sebab, yang daftar dipastikan ada yang tempat tinggalnya jauh, “ujarnya.
Sementara, ketua panitia PPDB SMAN 3 Batam, Edison Doloksaribu, mengatakan, dalam dua hari pihaknya sudah menerima lebih dari 1.000 data calon siswa.
Sekitar 700 lebih di hari pertama dan 350 lebih di hari kedua.
“Untuk data yang real berhasil di verifikasi sekitar 125-an itu untuk hari pertama, untuk hari kedua data yang masuk lebih 350 dan sedang antre untuk diverifikasi,” imbuhnya.
Menurut dia, panitia bekerja keras untuk memverifikasi data agar tak ada yang terlewat. Untungnya, lanjut Edison, jaringan tak ada masalah.
“Ada 6 operator yang stand by, jaringan tak ada masalah. Sampai sekarang saya tak berani mengganggu panitia yang bekerja, karena takut konsentrasi mereka pecah. Data yang dimasukkan banyak,” jelasnya.
Dikatakannya, proses verifikasi data berlangsung selama 6 hari dari pukul 08.00-14.00 WIB. Hasil seleksi nanti akan diumumkan tanggal 6 Juli.
“Hari pertama teman-teman bekerja hingga pukul 17.00, hari kedua ini cukup sampai 14.30. Kasihan mereka butuh istirahat juga,’’ ungkap Edison.
Untuk diketahui, jumlah kuota siswa di SMAN 3 Batam hanya 252 siswa. Jumlah itu terdiri dari 216 untuk siswa sesuai zonasi dan 36 untuk siswa dari jalur prestasi dan perpindahan orangtua. “Untuk sekarang tak pakai nilai, pakainya sistem zonasi saja,’’ tutup Edison. (yui/she)
