
batampos.co.id – Memancing adalah hobi yang telah dijalani Muhammad Zein, sejak ia masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar (SD).
Aktivitas itu terus dijalani laki-laki yang datang ke Batam dari Sumatera Barat (Sumbar) bersama orangtuanya pada tahun 1981 lalu, ia mengaku diberitahu saat itu usianya baru menginjak angka 8 bulan.
Seiring berjalannya waktu, Zein yang saat ini telah berusia 36 tahun mengaku terus menyukai hobi memancing.
Berbagai lokasi di Batam telah didatanginya untuk sekedar menyaluran hobinya ini. dari sejumlah lokasi yang didatangi tersebut, Zein mengaku kalau tiap lokasi memiliki keunikannya sendiri, sehingga memang ada hal-hal yang membuatnya senang mendatangi kawasan-kawasan baru untuk memancing.
Dari beberapa lokasi yang pernah didatanginya pegawai di salah satu perusaan di kawasan industri Tunas, Batam Centre, Batam ini mengaku cukup senang dengan tarikan berbagai jenis ikan karang di perairan Kelurahan Subangmas, tepatnya di laut antara Pulau Tunjuk dan Pulau Jemara.
“Mungkin saya bisa menjadikan tempat ini sebagai spot favorit, area ini dipenuhi oleh ikan-ikan karang nan kelaparan, tidak ada umpan yang bisa menyentuh dasar kecuali telah ditarik oleh ikan-ikan karang ini, dengan kata lain angler pasti strike tanpa henti dan keadaan ini adalah impian para angler dan saya yakin angler manapun akan memilih tarikan tanpa henti dari pada ukuran,” kata Zein.
Saat itu, Zein dan teman-temannya terus beradu menarik berbagai jenis ikan karang, seperti Ikan Mecuk, Mempinang, Mentimun, Mempuyut, dan ikan karang lainnya.
Meskipun demikian, Zein mengaku masih memimpikan spot yang menyajikan tarikan ikan dengan ukuran yang lebih besar daripada ikan-ikan karang di kawasan perairan pulau Tunjuk ini, walaupun ia mengaku sangat menyenangi kawasan ini.
Ia sudah menjelajah hingga ke kawasan di bagian ujung pesisir Batam, di beberapa pulau di kawasan Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang. Seperti di Pulau Petong, Pulau Abang, pulau Pisang, dan sejumlah pulau lainnya di kawasan ini. Di lokasi-lokasi ini biasanya ia dan teman-temannya memancing dengan menyewa perahu nelayan.
Lebih jauh, bapak dua anak ini berharap kondisi wilayah laut Batam bisa tetap terjaga dari pencemaran, walaupun hal itu membutuhkan kerja keras dan melibatkan seluruh elemen yang ada, termasuk masyarakat pesisir yang memang bersentuhan langsung dan bergantung dengan laut itu sendiri.
“Sangat disayangkan laut-laut indah yang penuh dengan sumber daya akan hancur karena tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Area ini (perairan Pulau Tunjuk) juga sudah mulai tercemar karena saya pernah menarik sebuah kantong plastik ketika memancing, ini adalah bukti bahwa sampah sudah mulai mengalir dilaut dangkal penuh ikan ini,” kata Zein lagi. (bbi)
