batampos.co.id – Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK Negeri sedang berlangsung.

PPDB yang dibuka sejak, Senin (1/7/2019) lalu menjadi harapan sebagian besar masyarakat di Batuaji untuk melanjutkan pendidikan anak mereka di sekolah negeri.

Ratuasan hingga ribuan warga membludak terus mendatangi SMAN atau SMKN terdekat hingga, Kamis (4/6/2019).

Kedatangan para orangtua calon siswa ini tidak saja sekedar mendaftarkan anak mereka tapi juga berusaha keras agar anak mereka bisa diterima di sekolah negeri.

Berikut beberapa cara para orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri:

1. Mengantre Dari Dini Hari

Ribuan orangtua rela mengantre sejak dini hari untuk mendapatkan nomor antrean          pendaftaran peserta didik baru di sekolah negeri yang mereka tuju.

2. Meminta Diprioritaskan

Beberapa orangtua merasa memiliki hak agar anaknya dapat menimba ilmu di sekolah      negeri karena jarak rumahnya yang tidak terlalu jauh dari lokasi sekolah.
Hal itu pun cukup beralasan, karena saat ini sistem yang dikeluarkan Kementerian            Pendidikan dan Kebudayaan penerimaan peserta didik baru (PPBD) berdasarkan zonasi.

3. Mencari Jalur Belakang

Beberapa orangtua juga nekat bertanya sana-sini agar anaknya bisa sekolah di SMA          Negeri. Mereka rela mengeluarkan sejumlah uang agar buah hatinya diterima di SMA        Negeri.

Calon siswa ditemani orangtuanya antre mendaftar PPDB di SMAN 3 Batam, Senin (1/7/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Salah satu orangtua yang mempertanyakan jalur belakang adalah OK. Warga Buliang itu bersedia mengeluarkan sejumlah uang agar anaknya bisa masuk ke SMA Negeri 23 Kota Batam.

“Nggak apa-apa saya bayar asalkan anak saya masuk, saya khawatir anak saya tak diterima karena daya tampung sekolah sangat terbatas,” paparnya, Kamis (4/6/2019).

Hal senada disampaikan RU, warga Tanjunguncang itu juga ingin anaknya diterima di SMAN 19 Batam di Sagulung. RU juga bersedia merogok kocek agar anaknya bisa menimba ilmu di sekolah tersebut.

“Tak apalah bayar dikit asalkan di sekolah negeri, tak sanggup kalau sekolah swasta,” ujarnya.

Perlu diketahui, sesuai petunjuk teknis (Juknis) Disdik Kepri SMAN 23 Batam hanya bisa menerima 72 siswa baru untuk dua rombongan belajar.

Sementar pendaftar hingga kemarin sudah di atas 300 orang. Begitu juga dengan SMAN 19 tahun. Sekolah tersebut membuka tujuh rombel dengan jumlah siswa yang akan diterima sekitar 252 orang.

Jumlah kuota itu jauh lebih sedikit dari pendaftar yang sudah di atas 500 orang. SMAN 5 Batam pun demikian.

Kuota daya tampung 360 orang tidak seimbang dengan jumlah pendaftar yang sudah di atas angka 500-an orang.

Jika kuota daya tampung ini tidak berubah maka sudah dipastikan ratusan bahkan ribuan siswa tamatan SMP tak tertampung di sekolah negeri.(eja)