batampos.co.id – Kasus perampasan telepon seluler (ponsel) pintar oleh pengemudi mobil Toyota Avanza terhadap turis asal negara Korea Selatan, Lee, menyita perhatian banyak kalangan.
Wakil Wal Kota Batam, Amsakar Achmad berharap kejadian tersebut tidak terjadi lagi karena akan mengancam iklim pariwisata yang sedang dibangun Kota Batam.
”Tak boleh terjadi lagi, jangan karena satu case yang seperti ini pengaruhi pariwisata kita,” kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Rabu (3/7/2019).
Ia menyampaikan, sejak awal ia bersama Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, telah memandang potensi pariwisata merupakan kekuatan baru ekonomi yang dapat dikembangkan.
Baca Juga: Tolong Pak Polisi, Turis Korea Selatan Dijambret Dekat Kantor Wali Kota Batam
Sembari menunggu menggeliatnya kembali sektor industri manufaktur dan galangan kapal.
”Pariwisata lah yang layak dikembangkan, sarananya tersedia, amenitas, aksesibilitas, dan atraksi tersedia,” paparnya.

“Apalagi Batam sudah ditetapkan satu dari 10 kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Indonesia,” paparnya.
Meski diakuinya, atraksi Batam selalu jadi pilihan berbagai event. Tidak hanya event lokal, bahkan Batam kerap dipilih sebagai tempat digelarnya event internasional.
”Batam adalah daerah yang siap menggelar event lokal hingga internasional,” tuturnya.
Untuk itu, ia meminta masyarakat ikut andil menjaga Batam agar tetap kondusif. Di samping itu, dirinya memerintahkan Disbudpar Kota Batam terus menjalin koordinasi dengan aparat kepolisian guna mencegah kejadian serupa.
”Syarat Batam dikunjungi, aman dan nyaman. Perlu memang masyarakat bantu pemerintah, dan perlu sinergitas dengan aparat,” imbuhnya.(iza)
