batampos.co.id – Hingga saat ini harga cabai di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau terus merangkak naik. Saat ini di pasaran cabai dipatok Rp 90 hingga Rp 100 ribu per kilogram.
Di pasar Botania 2 Batam Center, harga cabai rawit merah dan keriting Rp 90 ribu per kilogram dan jika membeli per ons, pedagang mematoknya dengan harga Rp 10 ribu.
“Ya harga per ons lebih mahal, kalau per kilogram Rp 90 ribu,” ujar Agung, penjual sayur mayur, Rabu (3/7/2019).
kata dia, tingginya harga cabai dikarenakan pasokan dari kota penghasil belum lancar.
Baca Juga: Petani Batam Kesulitan untuk Kembangkan Cabai Merah, Wakil Wali Kota Batam: Tidak Ada Lahan
“Pasokan dari Medan belum lancar makanya harga tinggi, sekarang ini cabai berasal dari Jawa atau Mataram,” paparnya.

Akibat tingginya harga cabai beberapa masyarakat mengurungkan niat untuk membelinya.
“Hampir setiap hari ada saja yang mengeluh, pas dengar cabai Rp 10 ribu satu ons, dia tak jadi beli,” papar Agung lagi.
Baca Juga: Pedagang Berharap Harga Cabai Kembali Normal
Di Pasar Mega Legenda dan Pasar Mustafa Batam Center, harga cabai juga dipatok dijual Rp 90 hingga 100 ribu per kilogram.
Aini, warga Batam Center, mengaku bingung kenapa harga cabai di Batam masih mahal. Padahal sudah hampir sebulan Lebaran Idulfitri berlalu.
Ia berharap agar pihak terkait bisa menindaklanjuti hal tersebut. Karena sudah cukup meresahkan masyarakat.
“Paling tidak harganya kembali seperti dulu, paling mahal Rp 30 ribu per kilo, sekarang kan Rp 100 ribu, sangat mencekik,” keluhnya.(she/une)
