batampos.co.id – Jalan raya di Batam butuh kamera pengawas. Tujuannya untuk memudahkan petugas memantau aktivitas arus lalu lintas dan juga tindak kriminal.

Saat ini baru 36 kamera Closed Circuit Television (CCTv) yang terpasang di 20 titik.

Penempatan kamera pengintai ini dilakukan berdasarkan lokasi yang dianggap rawan, meski tak semua daerah rawan sudah terpasang.

Seperti di Jalan Pangeran Diponegoro yang menghubungkan wilayah Batuaji dan Sekupang.

Meski sudah dipasang CCTv, namun jaraknya masih sangat jauh antara kamera satu dengan lainnya.

Hal ini pun membuat kejahatan maupun tragedi yang kerap terjadi di sepanjang jalan itu sulit diungkap.

”Lokasi itu memang butuhkan CCTv, jadi jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan gampang carinya (pelaku),” ujar Sara, warga Marina, Rabu (3/7/2019).

Dia mengatakan, jalan tersebut lebih rawan lagi, sebab minim penerangan.

Lampu jalan banyak yang tak berfungsi, sehingga sangat membutuhkan fasilitas tambahan seperti kamera pengawas.

Khasya bersama Ade petugas CCTV Dinas Kominfo Batam saat memantau situasi sebagian wilayah Batam yang sudah terpasang CCTV di kantor Kominfo Batam, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Maunya dipasang banyak (CCTv). Lokasi ini sangat rawan terjadi kecelakaan lalu lintas maupun tindakan kriminal,” jelasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Batam, Salim, mengatakan, tahun ini dinas yang dipimpinnya tidak menganggarkan pengadaan alat yang dinilai efektif membantu menciptakan rasa aman bagi daerah ini.

”Tahun ini tak ada pengadaan, yang ada hanya sewa link dan perawatan saja,” kata Salim, beberapa waktu lalu.

Namun demikian, sambungnya, pihaknya tidak tinggal diam. Pemko Batam akan mendorong keterlibatan swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk ikut membantu pemerintah mengadakan kamera pengintai.

Kini pihaknya sedang mempersiapkan surat untuk diteruskan ke dunia usaha.(*)