batampos.co.id – Kepala Kantor Pengelolaan Air dan Limbah Badan Pengusahaan (BP) Batam, Binsar Tambunan, menjelaskan, pihaknya tengah mematangkan persiapan untuk mengakhiri konsesi pengelolaan air dengan PT Adhya Tirta Batam (ATB).
Tahun 2019 ini, BP Batam telah menunjuk konsultan inventarisasi dan konsultan hukum yang akan membantu selama proses pengakhiran dilakukan.
Sebelumnya BP Batam bersama ATB juga telah melakukan pertemuan, mengkaji dan menganalisa proses pengakhiran konsesi yang sudah berakhir di PDAM Tirta Mangutama Badung, Bali sebagai rujukan.

“Konsesi ini merupakan yang terbesar dan akan menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia yang juga akan menjalani proses serupa, seperti Jakarta dan kota lain, harapannya bisa berjalan baik,” kata Binsar saat dihubungi, Jumat (5/7/2019).
BP Batam juga tengah memeprsiapkan infrasturuktur Pengelolaan Air Limbah (PAL) yang prosesnya dibiayai softloan dari pemerintah Korea Selatan.
Ditargetkan tahap satu dari proses pengerjaan proyek PAL ini bisa selesai di akhir tahun 2020 mendatang.
Hadirnya sistem pengelolaan air limbah ini, juga akan dioptimalkan dengan hadirnya sistem one bill retribusi air bersih dan air Limbah kedepannya.
Sebagai bagian dari penerapan Batam Integrated Total Water Management yang rencananya akan dilaunching akhir tahun 2019 ini.(bbi)
