
batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemko Batam kesulitan merekrut tenaga dokter yang akan ditempatkan di hinterland (pesisir, red). Hal ini diakui Kepala Dinkes Pemko Batam, Didi Kusmarjadi, Sabtu (6/7/2019).
Ia menyebutkan saat ini ada delapan formasi dokter yang sangat dibutuhkan untuk melayani masyarakat yang tinggal di pesisir. Kebutuhan dokter mayoritas merupakan dokter umum ini sebelumnya sudah pernah dibuka.
Berdasarkan hasil perekrutan tersebut beberapa dokter sudah bersedia mengabdi di pesisir. Namun tidak berselang lama mereka memilih mengundurkan diri dari pekerjaannya, selang tidak lama setelah direkrut.
“Kemarin sudah sempat ada, tapi mereka mundur. Padahal belum lama bertugas,” sebutnya.
Didi mengatakan penyebab mundurnya dokter tersebut karena berbagai faktor.
- Pertama karena daerah pesisir,
- kedua karena jaraknya cukup jauh dari kota
- ketiga faktor gaji yang mereka terima.
Namun demikian menurutnya jiwa pengabdian dokter sekarang berbeda dengan dulu. Karena dulu dokter pemula juga ditempatkan di pulau dan jauh dari kota.
“Buktinya sekarang mereka masih jadi dokter dan sukses. Bertahun-tahun juga mengabdi untuk melayani warga yang tinggal di pesisir,” ungkap mantan Direktur RSUP Kepri ini.
Didi sudah menyampaikan hal ini kepada pimpinan. Saat ini kebutuhan dokter di pesisir masih diisi dokter yang ada dulu, sementara menunggu formasi tersebut terisi. Ia juga berusaha agar posisi tersebut segera terisi demi lancarnya pelayanan kepada masyarakat.
“Kemarin Pak Wali minta kebutuhan dokter harus segera terpenuhi. Rencana ada perubahan terhadap gaji yang akan diterima dokter yang akan kami rekrut ini. Senin ini saya mau lapor lagi sama pimpinan,” imbuhnya.
Lanjutnya, kebutuhan tenaga medis akan terus bertambah seiring penambahan infrastruktur berupa pusat layanan kesehatan masyarakat (Puskesmas). Tahun ini, Pemko Batam mendapatkan bantuan pembangunan satu unit puskesmas dari pusat.
“Ada satu di Mentarau yang sudah masuk lelang fisik. Mudah-mudahan tidak gagal dan pembangunan bisa segera dimulai. Kalau sudah jadi tentu butuh dokter, perawat, apoteker dan lainnya,” jelasnya.
Ia sudah mengusulkan kekurangan tenaga ini kepada pimpinan. Saat penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) nanti, pria yang juga spesialis kandungan ini berharap formasi tersebut bisa terpenuhi.
“Kalau tidak salah Agustus kan ada penerimaan. Kami sudah ajukan. Mudah-mudahan dapat nanti dari CPNS,” tutupnya. (yui)
