batampos.co.id – Badan Karantina Pertanian melalui Karantina Pertanian Kelas I Batam melepas ekspor 38 ton lebih kelapa dari PT Heng Guan Batam Industri ke Malaysia, Jumat (5/7/2019) sore.

Sekretaris Badan Karantina Pertanian Pusat Arifin Tasrif yang melepas ekspor menegaskan, pihaknya sangat mendukung tumbuhnya industri hilirisasi kelapa. Karena kelapa dan turunannya dari hasil pengolahan industri, mampu menambah devisa negara melalui nilai tambahnya bagi petani. Apalagi wilayah Kepri merupakan salah satu penghasil kelapa di Sumatera.

Selama ini, lanjutnya, ekspor kelapa dari Kepri sendiri masih mengandalkan ekspor kelapa bulat, bukan kelapa yang diolah dengan negara tujuan Tiongkok, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Pelepasan ekspor kelapa dari Batam oleh PT Heng Guan disaksikan juga anggota DPR RI dari Komisi IV Daniel Johan dan Sudin, perwakilan Bea Cukai Batam serta didampingi Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Batam dan instansi terkait lainnya di Batam.

Selama 2018, ekspor kelapa bulat dan turunannya dari Batam oleh PT Heng Guan Batam melalui Karantina Pertanian Batam tembus 4 ribu ton lebih dengan nilai ekspor mencapai Rp 31,115 miliar dengan frekuensi ekspor sebanyak 205 kali dengan tujuan Malaysia dan Singapura.

Untuk tahun ini sampai Juni, ekspor kelapa dari Batam mencapai 2 ribu ton lebih tujuan Singapura dan Malaysia sebanyak 102 kali ekspor dengan nilai ekspor Rp 12, 5 miliar lebih.

”Hal tersebut bagi kami merupakan pencapaian yang luar biasa yang bisa mendongkrak nilai tambah yang diterima petani kelapa saat ini,” terangnya.

Sedangkan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam Joni Anwar menegaskan, Batam merupakan daerah transit atau yang dilintasi oleh ekspor komoditas pertanian ke luar negeri dengan nilai ekspor sebesar Rp 20,695 triliun dengan jumlah komoditas sebanyak 34 jenis seperti kakao, minyak sawit dan turunannya serta kelapa dan turunannya dari 49 kali ekspor dengan negara tujuan hampir semua benua tahun lalu.

Memasuki semester pertama tahun ini nilai ekspor komoditas pertanian senilai Rp 3,61 triliun dengan volume ekspor 229.057 ton melalui Batam.

”Optimalisasi akselerasi ekspor di Kota Batam memerlukan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak seperti Pemrov Kepri, Pemko Batam dan instansi terkait lainnya. Sehingga menarik investor membangun industri hilir. Karantina Batam siap memfasilitasi pelayanan perkarantinaan,” ujarnya. (gas)