batampos.co.id – Kemelut proses penerimaan peserta didik baru belum selesai. Kebijakan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, yang menambah maksimal dua lokal untuk SMAN dan SMKN di Kota Batam belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan daya tampung sekolah.

Sebab, calon siswa yang belum tertampung di masing-masing sekolah yang ada  jumlahnya di atas kuota dua lokal tersebut.

Dua lokal tambahan dengan kapasitas per kelas 36 siswa tentu hanya menambah 72 siswa baru.

Sementara calon siswa yang belum terakomodir dalam PPDB online kemarin rata-rata di atas 100-an siswa di setiap sekolah.

Salah satunya di SMA Negeri 5 Batam. Panitia PPDB mendata ada sekitar 300 siswa tamatan SMP yang belum terakomodir dalam PPDB online kemarin.

Ini membuat pihak sekolah kembali kelabakan, apabila menjalankan kebijakan yang dikeluarkan gubernur Kepri dan akan berpotensi terjadi keributan.

Ratusan orangtua dan calon siswa mengantre untuk mendaftar di SMA Negeri 5 Kota Batam . Pada PPDB SMA/SMK Negeri di Kota Batam akan menambah dua kelas untuk menampung calon siswa yang tidak tertampung. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

“Itu yang lagi kami pikirkan sekarang, kebijakan dari pak Gubernur sudah ada, tambah maksimal dua lokal. Tapi teknisnya belum,” ujar Kepala SMAN 5 Kota Batam, Bahtiar, Senin (8/7/2019).

“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut sebab dua lokal tambahan ini masih tak cukup, siswa yang antre ada sekitar 300-an orang,” ujarnya lagi.

Hal senada disampaikan Kepala SMAN 19 Batam, Nelly Chandrawati. Ia mengaku masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut untuk merekrut siswa tambahan tersebut.

“Kami jalani sesuai arahan pak Gubernur dan Kadisdik, sementara dua lokal,” jelasnya.

“Selanjutnya masih kami pikirkan lagi, tunggu arahan lebih lanjut dari Kadisdik,” kata dia lagi.

Kata dia, kuota untuk kelas tambahan ini jika hanya untuk siswa dalam zonasi kemungkinan cukup.

Tapi lanjutnya, jika ada pendaftar tambahan dari luar zonasi mungkin akan bernasib sama dengan SMAN 5 Batam.

Pihaknya akan kewalahan saat proses pendaftaran nanti.(eja)