Kamis, 16 April 2026

Pemerintah Daerah Wajib Baca Ini, Penganugerahan Kota Layak Anak Lebih Berat

Berita Terkait

batampos.co.id – Penganugerahan kota/kabupaten layak anak (KLA) tahun ini bisa jadi lebih berat bagi banyak daerah.

Pemerintah pusat menambahkan komponen penilaian. Jika sebelumnya hanya dinilai berdasar lima klaster yang sudah ditentukan, tahun ini ada penambahan komponen desa/kelurahan.

Penambahan tersebut diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk peningkatan kualitas KLA itu sendiri.

Sebelumnya, KLA dinilai berdasarkan lima klaster. Meliputi hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan, kesehatan dasar dan kesejahteran, pendidikan dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus.

Sejumlah anak melihat mainan Radio Control (RC) Car di Taman Pintar Banjarbaru, Kalimantan, belum lama ini. Penganugerahan kota/kabupaten layak anak (KLA) tahun ini bisa jadi lebih berat bagi banyak daerah. Foto: Sutrisno/ Radar Banjarmasin.

“Tahun ini dimunculkan kelurahan dan desa di komponen penilaian,” terang Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N Rosalin.

Menurut Lenny, penilaian di tingkat terendah lingkungan masyarakat memang diperlukan. Penilaian di tingkat kabupaten/kota saja masih dianggap terlalu tinggi.

Penerapan program-program yang mendukung lingkungan ramah anak lebih sulit diawasi. Sebaliknya, jika diawasi di tingkat terendah seperti RT/RW dan desa/kelurahan, hasilnya bisa lebih maksimal.

”DKI Jakarta dan Tangerang Selatan salah satu contoh yang sudah menerapkan itu,” lanjut Lenny.

Selama 2018 sendiri, penilaian di sejumlah kabupaten/kota cenderung meningkat. Hal ini bisa dipahami sebagai tren yang positif, namun masih di tataran kabupaten/kota saja.

Penerapan di wilayah kelurahan dalam satu kabupaten/kota tersebut bisa jadi berbeda. (deb/jpg)

Update