batampos.co.id – Kampung tua Tanjungsengkuang memiliki kaitan erat dengan negara tetangga Singapura.
Tidak hanya soal kedekatan lokasi yang hanya berjarak sekitar 19 kilometer saja, namun juga kedekatan emosional penguasa pertama Tumasik nama lain Singapura di masa lalu, Sang Nila Utama.
Sang Nila Utama adalah seorang pangeran Srivijayan dari Palembang dan merupakan pendiri Kerajaan Singapura pada 1299.
Sang Nila Utama ternyata pernah singgah di kampung tua yang berlokasi di Kecamatan Batuampar, Kota Batam itu.
Cerita kedekatan Sang Nila Utama dengan Tanjungsengkuang itu didapat batampos.co.id dari penuturan Abdul Latif, warga yang telah lama menetap di kampung seluas sekitar 38,7 hektar ini.

Latif menceritakan, sebelum raja bergelar Sri Tri Buana itu sampai ke Singapura, ia lebih dulu berada di Batam tepatnya di kawasan Tanjung Memban Nongsa.
Dari sana, pangeran kerajaan Sriwijaya ini kemudian berlayar menuju Kampung Tua Tanjungsengkuang dan bertahan untuk beberapa waktu di sini.
Saat berada di bagian pesisir Tanjungsengkuang, Sang Nila Utama mendapati ada sebuah daratan berpasir tepat di seberang pulau.
Tertarik dengan lokasi tersebut, akhirnya ia memutuskan untuk berpindah di lokasi tersebut.
“Kalau tak berlayar ke sana (Singapura) mungkin kampung tua ini akan maju,” kata Latif dalam sebuah pertemuan dengan masyarakat kampung tua di Kampung Tua Tanjungsengkuang pada, Senin (8/7/2019) malam.
Terkait dengan rencana pemerintah untuk mengeluarkan sertifikat untuk kampung tua, Latif mengaku sangat mengapresiasi rencana tersebut.
Tidak hanya sebagai bentuk pengakuan akan kampung tua yang telah ada sebelum Batam berkembang, namun juga sebagai bentuk pemenuhan hak atas masyarakat yang ada di sana.
Pada prosesnya, 2.655 Kepala Keluarga (KK) yang ada di Kampung tua ini telah bergerak untuk mendukung kemudahan proses sertifikasi.
Di mana sudah ada lebih dari 70 persen bidang lahan yang telah diukur.
Sehingga jika nantinya tim verifikasi datang, tinggal menyelesaikan sisanya.(bbi)
