batampos.co.id – Pelaku usaha perhotelan meminta agar pemerintah baik itu Badan Pengusahaan (BP) Batam maupun Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menggairahkan investasi di Batam.

Pasalnya, jika hanya mengandalkan kunjungan wisawatan, nyatanya belum cukup untuk meningkatkan tingkat hunian atau okupansi hotel di Batam dalam jangka panjang.

”Kalau hanya mengandalkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), maka hotel diisi saat akhir pekan saja,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam Muhammad Mansur, Senin (8/7/2019).

“Kalau yang harian siapa yang akan datang,” kata dia lagi.

Saat perekonomian Batam tengah berjaya lanjutnya, tingkat hunian hotel saat hari-hari biasa selalu didominasi oleh kegiatan dari korporasi.

Kegiatan tersebut antara lain rapat, gathering dan lain-lain.

”Dan ada juga ekspatriat yang pulang mingguan ke Singapura, menginap di hotel,” jelasnya.

Kawasan Industri di Kota Batam. Foto: Dokuemntasi Batam Pos.

Setelah perekonomian Batam jeblok pada 2017, tingkat okupansi dari korporasi juga ikut turun.

Memang saat ini, perekonomian berangsur pulih, tapi kabar tutupnya sejumlah perusahaan beberapa waktu lalu, mengangkat kembali kekhawatiran pelaku usaha perhotelan.

”Sedangkan di Tanjunguncang juga masih seperti mati suri, baru ada beberapa yang dapat proyek,” jelasnya.

“Kami tidak bisa mengandalkan wisata saja, kembalikan dulu industrinya,” paparnya lagi.

Mansur juga mengakui sejak harga tiket pesawat naik, kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus) turun.

Sedangkan tingkat lenght of stay (lama tinggal) dari wisman juga tetap rendah. Kata dia, untuk membuat wisman lama menginap, butuh atraksi wisata.

Imbas dari lesunya industri dan minimnya atraksi menyebabkan tiga hotel tutup dan berganti kepemilikan.

Seperti Novotel yang berubah nama menjadi Hotel Travelodge usai berganti manajemen. Kemudian Hotel Goodway yang juga tutup dan berganti manajemen, meski belum terlihat tanda-tanda hotel tersebut akan digunakan lagi. Terakhir adalah Hotel Alium.

”Kalau (Hotel Allium) ganti manajemen iya. Berganti dengan Mayapada,” paparnya.

“Mayapada ini dengar-dengar pakai operator nanti. Sekarang hotel itu lagi renovasi, semua barangnya dilepas,” tuturnya.(leo)