batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam mengajukan penambahan tenaga medis untuk ditempatkan di seluruh puskesmas yang ada di Batam.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, kekurangan tenaga medis tidak saja dokter, tapi juga apoteker dan lainnya.
Ia pun sudah meminta seluruh puskesmas mengajukan penambahan tenaga medis yang dibutuhkan saat ini.
”Rata-rata mengajukan 10 orang penambahan sesuai dengan kebutuhan mereka. Mayoritas tenaga dokter,” sebutnya, Senin (8/7/2019).
Didi menyatakan, untuk puskesmas yang baru dibangun seperti Tanjunguncang, belum memiliki tenaga yang cukup.
Saat ini petugas medis di Puskesmas Tanjunguncang diambil dari puskesmas lain atau memanfaatkan tenaga yang ada.
”Sementara kami tugaskan di sana dulu, mereka dipinjam dari puskesmas lainnya karena belum ada perekrutan baru,” ujarnya.
Didi menyebutkan, tahun ini pihaknya berencana merekrut 20 tenaga medis tambahan. Anggaran bahkan sudah diusulkan dan disetujui.
Sayangnya semua dibatalkan karena adanya informasi pembukaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

”Jadinya tidak ada penerimaan tahun ini yang kami buka dan menunggu penerimaan dari pusat itu,” ujarnya.
Menurutnya, pelayanan di puskesmas saat ini tetap berjalan dengan baik. Terutama puskesmas yang sangat ramai pengunjung, seperti Botania dan Batuaji.
”Yang puskesmas baru masih belum terpenuhi seperti puskesmas yang lama, namun pelayanan tetap berjalan,” tambahnya.
Ia menilai, kebutuhan tenaga medis sudah sesuai dengan pendataan kepala puskesmas di lapangan.
Didi sangat berharap kekurangan itu bisa terpenuhi dengan penerimaan CPNS.
”Mudah-mudahan banyak yang lulus dan diterima sehingga kebutuhan tenaga medis terpenuhi,” imbuhnya.
Penambahan ini lanjutnya berbarengan dengan dibangunnya puskesmas baru.
“Pengajuan tenaga medis harusnya sejalan dengan pembangunan puskesmas baru, sehingga saat puskesmas rampung, tenaga medis sudah ada dan siap untuk ditempatkan,” jelasnya.(yui)
