batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri.

Mereka adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan, Abu Bakar dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Edy Sofyan.

Berdasarkan manives penerbangan, selain kedua pejabat tersebut turut diamankan adalah Kepala Bidang Perikanan Tangkap, DKP, Budi Hartono.

Selain itu ada juga nama Aulia Rahman yang merupakan staf DKP Provinsi Kepri.

Muhammad Salihin yang merupakan supir Edy Sofyan dan Andreas Budi Sampurno yang disebut pengusaha asal Karimun juga akan di bawa KPK ke Jakarta.

Salah satu pintu di rumah dinas Gubernur Kepri yang disegel KPK. Foto: Jailani/batampos.co.id 

Setelah penangkapan tersebut, aktivitas di ruangan kerja Gubernur Kepri terhenti. Pengacara Pemprov, Andi Muhammad Asrun ,mengaku sudah bertemu dengan Sekda Kepri, TS. Arif Fadillah di Jakarta.

Menururnya, ia sudah mendapat mandat untuk mendampingi pemeriksaan Gubernur Nurdin di Jakarta.

“Nanti saya akan dampingi pemeriksaan Pak Gubernur di KPK, saya masih berpikir positif, bahwa Pak Gubernur bukan tipe pemain seperti yang sekarang ini,” ujarnya.

“Saya menduga ini permainan OPD yang menjual nama Gubernur,” tegas Andi Muhammad Nasrun lagi

Terkait masalah ini, KPK sudah menyegel kediaman Gubernur di Gedung Daerah, dan Sekretariat Gubernur Kepri di Kantor Gubernur.

Sementara itu, ruang kerja kadis PUPP dan DKP belum disegel oleh KPK.(jpg)