batampos.co.id – Nurdin Basirun dikenal identik dengan angka 757. Angka itu ternyata bukan sembarang angka.

“Semoga tahun depan kita dipromosikan naik ke Liga 2 Indonesia. Tetap semangat! #NB757 #757KepriJayaFC”.

Begitu kira-kira penutup arahan Nurdin kepada para calon pemain 757 Kepri Jaya FC awal bulan lalu.

Melalui staf pribadi, Nurdin memposting kalimat dan foto-foto suasana latihan sepak bola di akun Instagram nurdin757.

Tidak ada yang aneh dengan posting-an itu. Nurdin memang menjadi ketua klub amatir yang berkompetisi di Liga 3 Indonesia tersebut.

Dia kerap menyambangi latihan pemain atau menonton secara langsung pertandingan resmi di Stadion Sulaiman Abdullah Kota Tanjungpinang.

Yang menarik, dari sebagian besar postingan di Instagram, Nurdin kerap melekatkan angka 757.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun ditahan selama 20 hari ke depan di rumah tahanan (Rutan) K4 Cabang KPK, Jumat (12/7) dini hari. (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

Seperti di belakang nama Nurdin maupun di depan nama klub Kepri Jaya FC. Nurdin seolah begitu menggemari tiga angka ganjil itu.

Apa makna 757? Penelusuran Jawa Pos, Nurdin memang lahir pada 7 Juli 1957. Sehingga bila diangkakan menjadi 7-07-57.

Dari situ, wajar bila Nurdin kerap menggunakan angka 757 sebagai identitas diri. Namun, di balik itu, Nurdin punya filosofi tersendiri terkait angka 7 dan 5. Menurut dia, tujuh angka yang lekat dalam kehidupannya.

Bukan hanya tanggal dan bulan lahir saja. Angka 7 juga merupakan jumlah hari dalam satu minggu. Sedangkan angka 5, kata dia, adalah jumlah waktu salat dalam sehari.

“Angka tujuh yang paling saya suka,” kata Nurdin dalam acara pelantikan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepri pada 8 Maret tahun lalu seperti dikutip dari situs resmi Diskominfo Provinsi Kepri.

Tujuh dan lima digemari Nurdin sejak menjadi pimpinan daerah di Tanjung Balai Karimun. Dia menjabat wakil bupati dan bupati Karimun sejak 2001 hingga 2011.

Bila dihitung, kata-kata Tanjung Balai Karimun juga identik dengan 757. Tanjung, tujuh huruf, Balai lima huruf dan Karimun disusun dari tujuh huruf.

Dan sekarang, angka kesukaan itu kembali melekat di kehidupan Nurdin saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Ya, OTT di Tanjungpinang tersebut kebetulan terjadi di bulan Juli atau bulan tujuh. (tyo/oni/jpg)