batampos.co.id – Sebulan menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1440 Hijriah, pedagang hewan kurban mulai ramai.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam Mardanis mengingatkan agar pedagang hewan kurban memperhatikan kondisi hewan kurban baik sapi maupun kambing yang dijualnya.

Mardanis menegaskan, hewan yang akan dikurbankan tidak boleh cacat dan memiliki penyakit. Untuk itu, tim akan turun memeriksa kondisi hewan, laik atau tidak.

”Pengecekan akan fokus dilakukan di Seitemiang dan juga yang dijual di pinggir jalan,” katanya, Kamis (11/7/2019).

Ia memperkirakan, hewan kurban tahun ini akan lebih sedikit dibanding 2018 lalu. Pasalnya, ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan pemasok dari daerah asal sebelum dikirim.

”Bisa kurang karena sapi mahal. Ada ketentuan pemeriksaan di daerah asal sebelum dibawa ke daerah tujuan. Habis Rp 1 juta biayanya. Beli sapi dulu Rp 16 juta, sekarang Rp 18 juta lebih,” sebutnya.

Seorang pekerja memberi makan rumput sapi-sapi yang dijual untuk hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah mendatang, di Bengkong Sadai, Kamis (11/7/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Dia menambahkan, hewan-hewan kurban yang dijual di pinggir juga akan diperiksa. Bahkan, akan ada penindakan.

Sebab, sejatinya aktivitas penjualan di pinggir jalan melanggar Perda Ketertiban Umum.

”Ini kami lagi godok tim penindakan. Teguran sudah sering kami lakukan, sudah dua tahun terakhir,” ujarnya.

Menurutnya, harusnya penjualan hewan lokasinya hanya di Seitemiang. Tapi kini sudah banyak bermunculan di pinggir-pinggir jalan, seperti seberang kantor Camat Bengkong.

”Ada sekitar 30 ekor di sana. Kami sudah kasih teguran. Kalau begini terus bisa-bisa (hewan kurbannya) kami keluarkan dari Batam,” jelasnya.

“Ini jualan sembarangan, hanya boleh di Seitemiang semua,” kata dia lagi.

Ketika ditanyakan apakah akan digiring ke Seitemiang terlebih dahulu? Mardanis mengaku keputusan menunggu rapat tim yang sudah dibentuk.

”Kami rapatkan dengan Satpol PP Batam,” paparnya.(iza)