batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun akhirnya angkat bicara setelah ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (10/7/2019) malam lalu. Nurdin menyebut dirinya tidak melakukan apa yang disangkakan KPK, yakni menerima suap terkait rencana reklamasi di Kepri.

“Saya tidak merasa (bersalah),” kata Nurdin kepada wartawan di Terminal Kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, setelah dibawa petugas KPK dari Tanjungpinang, Kamis (11/7/2019).

Meski begitu, Nurdin mengaku akan ikut semua aturan hukum yang berlaku. Ia juga akan kooperatif menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK.


“Saya serahkan ke KPK dan kepolisian,” ujar Nurdin, singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nurdin tertangkap tangan KPK bersama lima orang lainnya di Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (10/7) malam. Usai ditangkap, keenam orang itu, termasuk Nurdin, dibawa ke Mapolres Tanjungpinang untuk diperiksa hingga larut malam.

Pagi harinya, Kamis (11/7), Nurdin Cs diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang. Sekitar pukul 09.48 WIB, iring-iringan mobil yang membawa rombongan KPK, polisi, dan Nurdin cs tiba di bandara. Sebagian mobil tersebut langsung parkir di depan gedung VIP bandara.

Sejurus kemudian, Nurdin terlihat keluar dari mobil warna hitam. Ia langsung menuju ke ruang VIP bandara. Saat itu, Nurdin masih mengenakan baju karang taruna warna biru, baju yang sama saat ia ditangkap KPK pada Rabu (10/7) malam.


GUBERNUR Kepri Nurdin Basirun berjalan menuju ruang pemeriksaan saat tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7). Nurdin dan tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap
perizinan reklamasi.

Berbeda dengan kelima orang lainnya, Nurdin tidak menutupi wajahnya dengan masker. Bahkan ia juga tak memakai topi. Sementara lima orang lainnya terlihat menutup wajahnya dengan masker. Mereka langsung masuk ke ruang VIP bandara.

Pada pukul 10.00 WIB, Nurdin keluar dari ruang VIP menuju pesawat Lion Air JT 0621 yang akan menerbangkannya ke Jakarta. Namun, ia tak menghiraukan pertanyaan sejumlah wartawan yang ingin meminta komentarnya. Dia terus berjalan tanpa menoleh ke belakang hingga meniti anak tangga dan masuk ke dalam pesawat.

Setelah Nurdin masuk pesawat, lima orang lainnya menyusul ke pesawat. Mereka tetap menutup wajah dengan masker.

Berdasarkan data manifest Nurdin Basirun duduk di kursi 19E. Kemudian Muhammad Shalihin di kursi 20B, Edy Sofyan di kursi 20E, Abu Bakar di kursi 21E, Andreas Sampurno di kursi 19D, Aulia Rahman di kursi 21B.

Setelah sampai di Jakarta, mereka langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK. (*)

 

Loading...