batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Muhammad Dali, memastikan penambahan rombongan belajar (rombel) per SMA Negeri di Kota Batam, tetap akan berlanjut.

Walau ada kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, rencana itu tidak akan terpengaruh.

Seperti diketahui sebelumnya, kebijakan penambahan rombel ini disampikan oleh Nurdin Basirun dua hari sebelum kejadian OTT.


”Oh ya dong (berlanjut),” kata Dali, Kamis (11/7/2019).

Ia mengatakan, hingga detik ini, masih belum ada pergantian gubernur. Sehingga, kebijakan tersebut tidak akan berubah. Lagipula, kata Dali, kebijakan ini menguntungkan masyarakat.

Orangtua bersama anaknya mendatangi SMK Negeri 1 Batam di Batuaji karena anaknya tidak diterima di sekolah tersebut, Kamis (11/7/2019). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Siapa sih yang bisa membatalkannya,” jelasnya.

Proses PPDB 2019 gelombang kedua telah memasuki tahap akhir. Dali mengatakan, pada Kamis (11/72019) pukul 12.00, telah diumumkan siswa yang masuk SMAN di Kota Batam.

Direncanakan, Jumat (12/7) siswa yang lulus akan melakukan pendaftaran ulang.

”Saat ini kami sudah memiliki data (valid) siswa yang tidak tertampung,” kata dia.

Data ini nantinya akan diolah Dinas Pendidikan, untuk memetakan sekolah-sekolah yang bisa menampung siswa-siswa tersebut.

”Fluktuatif, tidak semua sekolah dapat jatah 2 rombel,” tuturnya.

Ia mengatakan, pihaknya melakukan kajian untuk menentukan bisa atau tidaknya sekolah tersebut menampung siswa tambahan.

”Tergantung potensi sekolah. Apabila tidak bisa, ya tidak ada penerimaan. Tapi kalau bisa, tentu akan ada penerimaan,” ujarnya.(iza)

Loading...