batampos.co.id – Pabrikan otomotif Tiongkok terus berge­liat melakukan ekspansi bisnis di Indonesia.

PT Soko­nindo Automobile sebagai agen pemegang merek mobil DFSK tahun ini berniat mengembangkan jaringan penjualan di berbagai kota.

Selain itu, DFSK tengah mematangkan rencana untuk membangun pabrik mesin di Indonesia.

Product Technology of Training Team PT Sokonindo Automobile, Sugiartono, menjelaskan, pihaknya memproyeksikan bisa mengoperasikan 90 jaringan diler resmi di berbagai kota sampai akhir 2019.

’’Sampai pertengahan 2019, total jaringan diler yang beroperasi mencapai 60 buah, tersebar di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi,’’ ujarnya di Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Dari 60 jaringan diler resmi tersebut, sebagian besar berstatus 3S yang menyediakan layanan penjualan, servis, dan suku cadang.

Mobil pabrikan Tiongkok, DFSK, saat tampil dalam pameran otomotif di Jakarta, belum lama ini. Tahun ini, DFSK akan mengembangkan jaringan penjualan di sejumlah kota di Indonesia. Foto: dfskmotors.co.id

Bertambahnya jaringan diler resmi DFSK itu bertujuan memberikan awareness kepada konsumen bahwa mereka berinvestasi di industri otomotif dengan serius.

Sementara Marketing General Manager Sokonindo Automobile, Permata Islam, menegaskan, total investasi yang diguyurkan untuk membangun bisnis otomotif DFSK di Indonsia sampai awal 2019 mencapai USD 150 juta.

Disinggung akan persiapan keikutsertaannya di Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019, DFSK mengaku akan membawa dua produk spesial.

Satu merupakan produk baru dan satu lagi merupakan mobil konsep. Sementara itu, untuk meramaikan perayaan dua tahun eksistensinya di Indonesia, pabrikan otomotif asal Tingkok lainnya, Wuling Motors, memperkenalkan varian baru dari salah satu produk tersuksesnya, Almaz.

Mobil SUV itu kini dilengkapi dengan varian 7-seater alias tujuh penumpang. Almaz sejauh ini menjadi produk Wuling paling laris.

Brand Manager Wuling Motors Indonesia, Dian Asmahani, menyebutkan, Almaz berkontribusi lebih dari 40 persen terhadap total penjualan Wuling di Indonesia.

’’Model yang dirilis pada Feb-ruari 2019 itu telah dipasarkan lebih dari 4.000 unit,’’ ujar Dian.

Pada semester pertama 2019, Wuling memasarkan sekitar 7.700 unit. Dari jumlah itu, Almaz mendominasi diikuti Confero sekitar 40 persen dan sisanya dari model Cortez dan Formo.

’’Selama ini, banyak konsumen yang menanyakan dan menunjukkan minat pada varian 7 penumpang,’’ tambahnya.(agf/c5/oki/jpg)