batampos.co.id – Hingga Juni 2019, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelamatkan 3.163.994 ekor benih lobster yang coba diselundupkan pihak tidak bertanggungjawab.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengatakan, pihaknya sudah menanangi 39 kasus dengan total kerugian negara sekitar Rp 474 miliar.

Kata dia, jumlah kasus dan kerugian tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya.  Sejak tahun 2015 lanjutnya total ada 263 kasus yang ditangani.

Dengan total kerugian sekitar Rp 1,3 triliun. “Masih tinggi jadi perlu diawasi bersama,” ujarnya saat berada di pangkalan PSDKP Kota Batam di jembatan II Barelang, Senin (15/7/2019).

Kata dia, kasus penyelundupan terakhir yang berhasil digagalkan adalah upaya penyelundupan 937.200 benih lobster dan 75.000 ekor benih sidat oleh jajaran Polda Lampung dan Polda Jambi pada tanggal yang sama yakni 11 Juli lalu.

Polda Lampung melalui Subdit IV Tipidter Ditrekrimsus, mengagalkan upaya penyelundupan 366.650 ekor lobster gabungan jenis pasir dan mutiara.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, menunjukkan lobster bertelur. Foto: kkp

Dengan kerugian negara sekitar Rp 56 miliar. Polda Jambi gagalkan upaya penyelundupan 570.500 ekor lobster dan 75.00 ekor benih sidat.

“Untuk lobster nilai kerugian sekitar Rp87 miliar dan Sidat sekitar Rp 100 juta,” jelasnya.

Pengungkapan itu kata dia, merupakan hasil pengembangan kasus penyelundupan 113.412 benih lobster yang sudah duluan digagalkan oleh tim gabungan Subdit IV Tipidter Bareskrim dan Stasiun KIPM Jambi di jalan lingkar Barat 3 Simpang Rimbo Jambi, tanggal 2 Juli lalu.

“Yang pertama ini pemodalnya dari Singapura atas nama Teng Cheng Ying dan Keene,” ujarnya.

“Mereka sudah ditangkap pada tanggal 6 Juli bersama Bagio Tjandra warga Malang yang berperan sebagai penghubung antara Teng Cheng Ying, Keene dan Atan (tersangka lain),” ujar Susi.

Benih lobster dan sidat tersebut sudah dilepaskan dibeberapa lokasi seperti Cilacap, Padang, Denpasar dan Karimun untuk kelestarian kekayaan laut Indonesia.

Kasus-kasus dan para tersangkat tersebut sedang dalam proses penyelidikan. Susi juga memberikan apresiasi kinerja Polri aktif mengawasi aktivitas illegal di wilayah perairan Indonesia.(eja)

Loading...