batampos.co.id – Utusan Kabupaten Lingga berhasil meraih juara satu dalam ajang akbar lomba inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Kepri. Utusan tersebut adalah Al Fekri Gunawan dengan inovasi Batako Limbah Plastik.

Yakni bahan bangunan atau batako dibuat dari limbah pelastik yang sudah terbuang sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari limbah plastik.

Inovasi yang ditemukan Al Fekri ini dinilai mempunyai unsur ekonomis dan pengembangan yang sangat berguna bagi masyarakat luas. Karenanya, Al Fekri berhasil menyingkirkan 30 inovator dari kabupaten dan kota lainnya se-Provinsi Kepri yang telah lulus dari penjaringan awal dengan peserta sebanyak 116 orang.

Asisten II Pemprov Kepri Syamsul Bahrum menyerahkan piala kepada Al Fekri Gunawan, juara I lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Kepri.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Dody Suhendra yang menangani TTG di Kabupaten Bunda Tanah Melayu mengatakan, dengan keberhasilan ini Kabupaten Lingga secara otomatis mewakili Provinsi Kepri pada lomba Inovasi TTG Tingkat Nasional pada 21 hingga 25 September 2019 di Bengkulu.

“Ini semua berkat dukungan, kerja keras dan doa dari masyarakat Lingga,” kata Dody.
Al Fekri mengungguli peserta lainnya dengan inovasi berjudul metode daur ulang sampah organik dengan pembudidayaan black soldier flay dari Posyantekdes Desa Teluk Bakau Kabupaten Bintan yang menduduki peringkat kedua.

Selain itu tema CIGBRICK yaitu metode pemanfatan limbah sampah plastik menjadi barang bermanfaat hanya mampu menduduki peringkat ke tiga.

Kesempatan itu, Asisten II Pemprov Kepri Syamsul Bahrum, mewakili Gubernur Kepri menyampaikan, kegiatan inovasi tidak terlepas dari kegiatan penelitian secara ilmiah dan memenuhi berbagai kaidah. Seiring dengan kemajuan peradaban manusia menurut Syamsul Bahrum telah menuntut semua pihakterus berinovasi dan menghasilkan karya-karya terbaru.

Kepala DPMD Dukcapil Kepri Sardison memastikan seluruh karya pemenang dan yang layak digunakan dalam ajang TTG akan didaftarkan dalam hak paten. (wsa)