batampos.co.id – Entah apa yang ada di benak E hingga ia tega mencabuli keponakannya sendiri, Mp, 13, selama tiga tahun.

Perbuatan asusila pria 39 tahun tersebut terhadap Mp sudah dilakukan sejak korban masih berusia 10 tahun atau ketika korban masih duduk di kelas IV Sekolah Dasar (SD).

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan, mengatakan, perbuatan pertama yang dilakukan pelaku, berawal saat rumah Mp sepi.

Di mana, saat itu kedua orangtua korban sedang tidak berada di rumah. Pelaku selalu mengancam akan membunuh ibu korban jika tak mau memenuhi hasrat birahinya.

”Awalnya korban mendapat paksaan untuk melakukan hubungan itu, kemudian berlanjut selama kurang lebih tiga tahun dengan adanya ancaman terhadap korban. Kalau ngasih tahu, dia akan dipukul,” kata Andri menjelaskan.

Setelah itu, perbuatan asuslia pelaku terus berlanjut hingga korban usianya menginjak 13 tahun dan masuk kelas I SMP.

E, tersangka pencabulan terhadap keponakannya, Mp, tertunduk saat menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim Polresta Barelang, Senin (15/7/2019). Foto: Eggi Idriansyah/batampos.co.id

Perbuatan tersebut selalu dilakukan di rumah saat ibu dan bapak korban bekerja. Sementara E, selalu datang ke rumah korban di kawasan Batuaji untuk makan siang.

”Sudah berkali-kali melakukan perbuatan pencabulan ini. Kami masih memintai keterangan dari pelaku,” jelasnya.

“Sementara korban kondisinya masih mengalami trauma dan takut bertemu dengan laki-laki,” tuturnya.

Aksi tak senonoh pelaku baru terbongkar pada Sabtu (25/5/2019) lalu. Dimana, pada saat itu korban mengalami sakit biduran atau gatal-gatal di bagian selangkangannya dan kemudian dibawa berobat ke rumah sakit.

Saat hendak dicek dokter pada bagian kemaluannya, korban menolak dan marah-marah hingga menimbulkan kecurigaan dari orangtuanya.

Saat ditanyakan, korban pun akhirnya mengaku bahwa ia selama ini telah dicabuli oleh E.

Di mana, aksi pencabulan itu dilakukan E pertama kali pada November 2016. Mengetahui aksi tidak senonohnya telah terbongkar, E kabur ke Sumatra Utara.

Sementara orangtua korban melaporkan kejadian ini ke Polresta Barelang. Atas laporan tersebut, pelaku akhirnya ditangkap di kawasan kebun sawit Indra Pura Simpang Semujur, Desa Tanjung Medan, Kabupaten Batubara, Sumut, Kamis (11/7/2019).

E kemudian dibawa ke Mapolresta Barelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Andri menambahkan, pelaku dijerat dengan Pasal 81 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun.(gie)