batampos.co.id – Khawatir hak-haknya tidak dibayarkan perusahaan, karyawan PT Unisem melakukan penahanan aset-aset perusahaan.

Sekretaris PUK FSMPI PT Unisem, Rotiana Ginting, mengatakan, hingga saat ini belum ada pembicaraan kapan pembayaran pesagon mereka akan dilakukan pihak perusahaan.

“Sebagaian karyawan menahan aset perusahaan karena kita takut hak-hak kita tidak dibayarkan,” ujarnya kepada batampos.co.id, Selasa (16/7/2019).

Para karyawan PT Unisem melakukan aksi mogok kerja. Aksi itu lakukan karena hingga saat ini mereka belum mendapatkan kepastian mengenai nasib mereka dari manajemen perusahaan. PT Unisem sendiri diinformasikan akan menutup usahanya di Kota Batam pada 30 September mendatang. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Kata dia, para karyawan ingin mendengarkan langsung dari manajemen perusahaan dari Malaysia terkait tutupnya perusahaan elektronik tersebut.

“Selama ini informasi yang kita dapat penutupan perusahaan hanya melalui kertas fotokopian,” jelasnya.

Rotiana mengatakan, terakhir perwakilan karyawan bertemu dengan manajemen perusahaan pada awal Juli kemarin.

“Di sini ada 1.500 karyawan, 1.300 karyawan sudah permanen dan sisanya karyawan kontrak,” paparnya.(nto)