batampos.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menangani enam titik banjir di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Hal ini diutarakan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kota Batam Yumasnur.

”Tahun lalu satu titik di Simpang Kabil. Alhamdulillah, tahun ini ada enam titik,” kata Yumasnur, Senin (15/7/2019).

Menurutnya penanganan banjir ini dilakukan dengan memasang box culvert atau gorong-gorong beton pracetak.

Saat ini lanjutnya, proses pemasangan bangunan pelintas tersebut sedang berlangsung di beberapa titik.

Kemacetan terjadi di Jalan R Suprapto depan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Batuaji, Kamis (4/7/2019). Kemacetan ini terjadi akibat banjir yang menggenangi jalan tersebut karena ada pengerjaan proyek pelintas air di dekat kawasan tersebut. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Seperti di Tiban Vitka, SP Plaza, dan Pasar Melayu. “Sebagian lain sudah selesai, seperti di Simpang Raya Indah,” jelasnya.

”Harapan kita mudah-mudahan di jalan utama ini tidak banjir lagi,” harapnya.

Yumasnur menjelaskan beberapa tahun lalu, pihaknya sudah menginventaris titik banjir di Kota Batam.

Baik yang berlokasi di perumahan maupun jalan strategis. Hasil pendataan tersebut kemudian disampaikan ke Kementerian PUPR untuk bantuan penanganan.

”Waktu itu saya sama Pak Wali Kota sampai presentasi ke Jakarta, ke Kementerian (PUPR),” paparnya.

“Kita sudah mengajukan ke Kementerian PUPR, inilah tindak lanjutnya,” terangnya.

Berikut titik-titik banjir di Kota Batam yang dikerjakan Kemnterian PUPR:

  1. Simpang Tiban Princess-Kecamatan Sekupang.
  2. Depan SP Plaza dan Pasar Melayu-Kecamatan Sagulung dan Batuaji.
  3. Depan Perumahan Simpang Raya Indah-Batam Kota.
  4. Serta Tanjunguncang-Kecamatan Batuaji.(rng)