batampos.co.id – Kota Batam menjadi alur utama masuknya produk perikanan ke Singapura, khususnya ikan segar.

Kasubsie Wasdalin Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu (SKIPM) Kelas I Batam, Dwi Sulistiyono, menjelaskan, setiap malamnya tidak kurang dari 25 ton produk perikanan segar masuk ke Singapura melalui Kota Batam.

Loading...

“Ikan-ikan segar tersebut dikirim melalui pelabuhan Sagulung dan Belakangpadang,” ujarnya, Rabu (17/7/2019).

Kata dia, banyaknya produk perikanan yang keluar ke Singapura ini dikarenakan faktor harga yang lebih tinggi.

Sehingga para pengusaha berlomba-lomba untuk menyuplai ikan segar ke negara tersebut.

Ilustrasi

Sejak Januari hingga Mei 2019, SKIPM Kelas I Batam mencatat ada sebanyak 2.982.902 Kilogram ikan yang keluar Kota Batam.

Termasuk didalamnya Singapura. Angka itu lebih banyak dibandingkan perikanan segar yang masuk pada periode yang sama sebanyak 2.478.208 kilogram.

“Sulit bersaing dengan Singapura, karena mereka harganya lebih tinggi, jadi harga ikan kita di sini cenderung mengikuti di sana,” kata Dwi lagi.

Kata dia, permintaan ikan terbilang tinggi dari Singapura. Bahkan ikan-ikan segar tersebut tidak hanya disuplai nelayan di Kota Batam saja.

Tapi juga dari daerah lain seperti Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Natuna.(bbi)

Loading...