batampos.co.id – Dibentuk sejak 2014, PT Pelabuhan Batam Indonesia (PBI) – Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Batam, hingga kini tak memberi sumbangsih.
Padahal, perusahaan ini diharapkan dapat menambah pendapatan daerah. Nyatanya, modal ratusan juta yang sudah digelontorkan tak kembali.
”Sampai sekarang (BUP Batam, red) tak ada sumbangsihnya. Padahal kita harapkan dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah,” kata Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemerintah Kota (Pemko) Batam Pebrialin, Rabu (17/7/2019).
Dia menyebutkan PT Pelabuhan Batam Indonesia tidak memiliki kegiatan. Hal ini yang membuatnya berpikir untuk menentukan penyertaan modal tambahan.
”Kalau tak ada kegiatan, bagaimana mau support anggaran,” imbuhnya.
Bahkan, penyertaan modal pada awal dibentuk 2014 lalu terus berkurang. Dari semula Rp 2 miliar tersisa periode April 2018, yakni Rp 1,14 miliar, sesuai yang tertuang pada Berita Acara Nomor BA-ST.01/IV/2018.

Dalam berita acara yang sama, Abdul Malik selaku Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) komisaris utama.
”Ke depan kami akan lihat terus perkembangannya, termasuk soal gerakan mereka,” ujar Pebrialin.
Sebelumnya, BUP Batam dipimpin Pailasuf sebagai direktur. Namun hingga kini, jabatan tersebut masih kosong karena yang bersangkutan sudah habis masa jabatannya.
Kemudian, direksi di perusahaan daerah tersebut juga belum memiliki pengganti, sehingga masih direksi lama.
”Kita sudah umumkan tiga kali, itupun lewat web karena tak ada dana. Beda dengan PT Pembangunan Batam yang BUMD Batam itu, mereka pakai uang sendiri,” jelas Kepala Bagian Perekonomian Pemko Batam Zurniati.
Tidak adanya sumbangsih BUP Batam untuk pendapatan daerah juga diakui Ketua Tim Anggaran Pemko Batam Jefridin.
Bahkan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam ini, membenarkan jika dana awal BUP sudah berkurang.
Hanya saja, ia mengaku tidak hafal total modal yang sudah berkurang dan modal yang tersisa.
”Sepersen pun belum ada deviden yang masuk ke kas daerah. Modalnya juga. Sepertinya (modal) sudah berkurang sedikit, karena hampir lima tahun belakangan mereka pakai modal itu,” terangnya.(iza)
