batampos.co.id – Manajer PLN ULP Rayon Ranai Dwi Ristiono mengatakan, meski kontrak PT Bima Golden Powerindo (BGP) sudah habis, namun mesin BGP masih dibutuhkan PLN.
Keberadaan mesin pembangkit BGP ini dapat membantu suplai daya pada saat tertentu. Juga dapat dilakukan perpanjangan kontrak di saat mesin pembangkit di Ranai melakukan perawatan.

“Mesin BGP masih tetap standby di PLN karena masih diperlukan. Memang kontraknya sudah habis, tapi BGP bisa fleksibel, bisa kontrak per bulan untuk menghindari pemadaman,” ujar Dwi, Selasa (16/7).

Dijelaskan Dwi, saat ini PLN Ranai masih menggunakan suplai dari dua PLTD, termasuk dari PLTD Piang Tengah. Karena pemasangan jaringan ekspres yang terkoneksi di PLTD Pian Tengah belum selesai.

PLTD Pulau Laut saat ini sudah beroperasi 24 jam, sebelumnya PLTD ini hanya beroperasi 12 jam.
foto: batampos.co.id / aulia rahman

“Tapi bulan ini ditargetkan jaringan ekspres ke PLTD Pian Tengah selesai dipasang,” ujarnya.

Dijelaskan Dwi, kontrak BGP untuk suplai daya mencapai 3 mega watt dapat digunakan pada saat beban puncak wilayah Bunguran mencapai 6,7 mega watt. Jika kondisi mesin PLN tidak dilakukan perawatan, beban tersebut bisa diatasi.

“Mesin BGP ini untuk antisipasi, sebelum jaringan ekspres ini selesai. Jika selesai, daya dari Piang Tengah sudah aman,” jelasnya. (arn)

Loading...