Rabu, 8 April 2026

Politeknik Negeri Kota Batam, Kampus Pertama di Indonesia yang Memiliki Hanggar Pesawat

Berita Terkait

batampos.co.id – Kampus Politeknik Negeri Batam (Polibatam) menjadi kampus politeknik pertama di Indonesia yang memiliki bangunan hanggar pesawat.

Bangunan hanggar yang menelan biaya sekitar Rp 38 miliar ini berdiri di atas lahan seluas 2500 meter persegi tepatnya di kompleks kampus terpadu Politeknik Negeri Batam yang berlokasi di Batam Center, Batam.

Bangunan yang diresmikan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, Kamis (18/7/2019).

hanggar tersebut nantinya dapat menampung satu pesawat jenis Boeing 737 300 atau Airbus 320.

Serta beberapa pesawat ukuran kecil sejenis Cessna, sundowner dan Navayo sebagai bagian dari fasilitas praktik pembelajaran perawatan pesawat udara untuk mahasiswa.

Bangunan hanggar terdiri dari 3 lantai itu dilengkapi 10 ruangan workshop/laboratorium khusus perawatan pesawat udara.

Seperti aircraft system laboratory, general dan sheet metal workshop, composite workshop, Battery Shop & NDT, Engine and Propeller shop, avionic and instrumentation laboratory.

Kemudian, electrical and wind tunnel laboratory, hydraulic shop, computer laboratory. Lima ruang kelas representative serta ruangan penunjang lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nasir, menjelaskan pembangunan Hanggar pertama di kampus politeknik di Indonesia ini didanai oleh Asian Development Bank (ADB) melalui Polytechnic Education Development Project (PEDP) Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswa Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2018-2019.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menandatangani prasasti dalam peresmian hanggar perawatan pesawat di Politeknik Negeri Kota Batam. Foto: bobi/batampos.co.id

Bangunan ini diyakini akan menjadi bagian dari fasilitas unggulan dalam proses pembelajaran para mahasiswa Program Studi D3 Perawatan Pesawat Udara.

Sekaligus sebagai fasilitas pelatihan bagi taruna Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO) berlisensi international  yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Batam.

Program studi D3 Perawatan Pesawat Udara di Politeknik Negeri Batam sendiri, sampai saat ini masih tercatat sebagai program studi satu-satunya di Politeknik Negeri seluruh Indonesia.

Secara spesifik program studi ini mengkhususkan layanan untuk menghasilkan lulusan Diploma ahli madya bidang perawatan pesawat udara yang qualified karena juga dilengkapi dengan Basic License for aircraft maintence yang diakui secara internasional.

Pesawat Cessna 172 yang berada di Hanggar Politeknik Negeri Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Saat ini basic license yang telah dmiliki kategori A. Meliputi basic license untuk Body Airframe Fixed Wing (A1), Piston Engine (A3) dan Turbine engine (A4).

Ke depan, dengan fasilitas hanggar yang sudah terbangun ini, Politeknik Negeri Batam akan dilengkapi juga dengan lisensi C atau Instrument Electrical, Radio and avionics, serta pengembangan hanggar sebagai Approved Maintenance Repair and Overhoul (MRO) untuk Engine pesawat dan Komponen part pesawat.

“Bangunan Hanggar ini merupakan fasilitas unggulan dan terbaru yang dimiliki Politeknik Negeri Batam, sebagai pusat pendidikan dan pelatihan bidang aircraft maintenance,” kata Nasir.

Nasir berharap, hadirnya hanggar di Polibatam ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan hanggar di kampus politeknik di daerah lain.

Fasilitas ini juga menjadi peluang besar bagi pengembangan SDM di bidang industri penerbangan, baik itu untuk kebutuhan dalam negeri, maupun untuk kebutuhan industri penerbangan di negara lain.

“Harapan saya, Polibatam mampu menyuplai tenaga kerja ke berbagai maskapai. Kita ingin lahir SDM dari sini,” kata Nasir lagi.(bbi)

Update