batampos.co.id – Ratusan pencari kerja (pencaker) kembali memadati Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo, Rabu (17/7/2019). Namun, jumlah pencaker yang membeludak tidak sebanding dengan jumlah lowongan yang tersedia.

Ratusan pencaker terlihat antre melewati alat ukur tinggi badan sebelum menyerahkan berkas lamaran. Perusahaan yang membuka lowongan adalah PT Patlite yang membutuhkan tenaga kerja di posisi operator dan quality control (QC).

Dengan persyaratan pengalaman kerja minimal satu tahun, tak sedikit para pencaker harus kecewa tidak lolos dalam kriteria.

Sebab mereka umumnya baru lulus sekolah. Tidak hanya itu, perusahaan juga menetapkan persyaratan tinggi badan minimal 155 cm untuk perempuan.

”Sudah antre berdesakan dari pagi tapi tidak lolos kriteria karena tidak ada pengalaman di bidang yang dibutuhkan, padahal sudah melengkapi berkas lamaran,” kata Faisal Sembiring.

Ratusan pencaker berebut memasukkan lamaran di MPH Batamindo, Mukakuning, beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Pencaker asal Kota Medan, Sumatera Utara itu terlihat kecewa. Beberapa pencaker lainnya juga memperlihatkan wajah yang serupa karena tidak lolos dalam kriteria tinggi badan dan pengalaman kerja.

Umumnya pencaker datang ke Kota Batam karena ikut saudara. Mereka kebanyakan mengincar posisi operator di perusahaan.

”Upah kerja sebagai operator di Batam ini tinggi, sebelumnya saya pernah bekerja juga di Mukakuning tetapi setahun ini persaingan semakin sulit,” kata pencaker lainnya.

Mereka berharap perusahaan-perusahaan di kawasan industri terus membuka lowongan. Apalagi, jumlah pencaker terus bertambah.

Tak sedikit dari mereka rela antre sejak pagi untuk menyerahkan berkas persyaratan lamaran pekerjaan, meskipun tak setiap hari ada lowongan.

Kepala Disnaker Kota Batam Rudi Sakyakirti mengakui, saat ini lowongan pekerjaan di Batam masih terbatas, dan tidak sebanding dengan jumlah pencaker. Pertumbuhan pencaker di Batam cukup tinggi.

”Padahal di daerah asal mereka juga ada perusahaan, namun mereka memilih Batam. Alasannya upah di Batam cukup tinggi,” jelasnya.(cr1)

Loading...