batampos.co.id –  Belum adanya penjelasan dari manajemen PT Unisem membuat para karyawannya terus melakukan aksi mogok kerja.

Mereka bahkan berencana akan mendirikan tenda dan menunggui kantor tersebut hingga ada penjelasan terkait rencana penutupan perusahaan tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan (mendirikan tenda) di dalam kantor, kita tetap akan menunggui aset itu,” kata Ketua Serikat Pekerja Elektronik Elektrik Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPEE FSPMI) Kota Batam, Mochamat Mustofa, kepada batampos.co.id, Jumat (19/7/2019).

Beberapa karyawan PT Unisem beristirahat di depan pintu masuk perusahaan. Para karyawan PT Unisem meminta perusahaan tersebut membayarkan hak-hak mereka sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2013. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

Mustofa menjelaskan, sebenarnya para karyawan ingin agar semua permasalahan dapat diselesaikan secara baik-baik.

“Prinsipnya kita ingin colling down dan ada perwakilan dari perusahaan yang menemui kita,” paparnya.

Kata dia apabila perusahaan elektronik itu benar-benar akan berhenti beroperasi di Kota Batam, harus ada penjelasan secara terperinci.

Serta perusahaan harus memberikan hak-hak para karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2013.(esa)