batampos.co.id – Kader Inti Pemuda Anti Narkoba Kepri bertekad untuk bangkrutkan bandar narkoba. Mereka sepakat untuk melawan dan memusuhi peredaran narkoba sehingga tranksaksi jual beli narkoba mati dengan sendirinya.

Kader Inti Pemuda Anti Narkoba Kepri ini berjumlah 200 orang dari berbagai kota dan kabupaten se-Kepri.

Mereka mengikuti pelatihan selama empat hari mulai Selasa (16/7) hingga Jumat (19/7) lalu di hotel Sahid Batam. Pelatihan dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Usai pelatihan mereka langsung dikukuhkan sebagai Kader Inti Narkoba oleh oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah, dan pelaksana tugas Gubernur Kepri, Isdianto, Jumat (19/7/2019).

Saat pengukuhan mereka sepakat akan menjalankan tugas dan misi sebagai kader inti pemuda anti narkoba di daerah masing-masing.

Mereka akan melawan peredaran narkoba dimulai dari dalam rumah atau keluarga hingga ke lingkungan masyarakat yang lebih luas.

Selain itu mereka juga berperan aktif menularkan pengetahuan tentang bahaya narkoba kepada masyarakat umum lainnya.

Faisal Abdullah, dalam arahannya menyampaikan harapan yang sama. Pelatihan-pelatihan yang telah didapat hendaknya dimanfaatkan dengan baik untuk menjaga generasi penerus bangsa yang bebas narkoba.

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah, memberikan sertifikat kepada perwakilan peserta pelatian anti narkoba. Kemenpora berharap para kader-kader anti narkoba tersebut bisa memberikan penyuluhan mengenai bahaya narkoba di lingkungannya. Foto: Eja/batampos.co.id

“Fokusnya sudah jelas, tujuan kita adalah memerangi narkoba,” katanya.

“Manfaatkan materi yang sudah didapat agar tujuan mulia ini tercapai dengan baik,” ujarnya lagi.

Narkoba lanjutnya harus diperangi. Kata dia, apabila semua pihak sepakat menolak, narkoba akan hilang sendiri.

“Bandar-bandar nakal akan bangkrut sendiri karena tak ada yang beli,” tegas Faisal.

Pelaksana Tugas (plt) Gubernur Kepri, Isdianto, menegaskan narkoba adalah musuh bersama dan musuh bangsa.

Untuk itu dia berharap agar segenap peserta kader inti anti narkoba mampu menularkan nilai-nilai positif kepada masyarakat sekitar.

Sehingga lingkungan tempat tinggal di seluruh pelosok negeri ini bebas dari peredaran narkoba.

“Kami akan support sesuai dengan kewenangan yang ada dan upaya pihak Kemenpora ini sangat bagus,” paparnya.

“Sebab narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi penerus bangsa di Kepri,” tuturnya lagi.

Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora, Arifin Majid, menjelaskan, pelatihan untuk pembentukan karakter generasi bangsa yang bebas narkoba ini sudah berlangsung sejak tahun 2016 lalu.

Pada 2019 ini, Kepri adalah kota ketiga yang didatangi untuk diberikan pelatihan terkait bahaya narkoba dari Kemenpora. Sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan Kendari, Sulawesi Tenggara dan Ambon, Maluku.

“Target pelatihan di kota-kota yang rawan dengan peredaran narkoba. Kepri salah satu karena berada di wilayah perbatasan,” ujarnya.

Kata dia, target dari pelatihan ini untuk menyukseskan program bebas narkoba di dalam negeri.

“Setiap tahun (data BNN Nasional) 18 ribu pemuda meninggal karena narkoba,” jelasnya.

“Ini sangat berbahaya sebab generasi penerus bangsa terus diracuni dengan narkoba,” ujarnya lagi.(eja)