batampos.co.id – Oknum polisi berinisial MW dan RM menjadi terdakwa atas kasus pemukulan terhadap Putra Reza, siswa SMA Negeri 10 Pulau Galang.

Keduanya menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (18/7/2019).
Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan beberapa orang saksi dari anggota kepolisian dan kerabat korban, yakni Fito dan Sutrisno.

Dalam keterangannya, Fito mengaku peristiwa tersebut terjadi saat Minggu malam. Mereka yang sembilan orang tersebut berangkat dari Batuaji menuju Bengkong sekitar pukul 23.00 WIB dan hendak bermain-main ke Batam Center.

”Kami berangkat dari Batuaji sekitar pukul 23.00 WIB menuju Bengkong, kemudian sekitar pukul 01.00 WIB, kami lewat depan Masjid Agung Batam, Batam Center,” kata Fito di hadapan Majelis Hakim.

Ilustrasi pemukulan

Lanjut Fito, awalnya motor tersebut datang dan mengikuti dari belakang sambil menyodorkan senjata.

Lalu tak lama kemudian, oknum polisi itu memukul belakang bagian kepala korban menggunakan knalpot, sehingga korban terjatuh ke aspal.

”Saat itu saya di belakang korban dan melihat oknum polisi itu memukul kepala korban bagian belakang,” katanya.

“Saya juga sempat melirik ke belakang dan melihatnya terjatuh ke aspal,” tutur Fito lagi.

Selanjutnya, sekitar pukul 03.00 WIB, mereka mendapat informasi dari temannya yang lain jika korban kejang-kejang di rumah sakit.

Tidak berapa lama korban pun meninggal dunia. Kedua terdakwa yang terlihat didampingi Bagian Hukum Polda Kepri yang dipimpin AKBP Heryana, diancam Pasal 351 Ayat (2) KUHPidana Jo Pasal 55 (1) ke -1 KUHPidana.

Persidangan pun dijadwalkan kembali pada pekan depan.(une)