batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah mengatakan pembahasan rancangan RTRW Kota Batam sudah dilakukan sejak lima tahun lalu.

Namun hingga saat ini masih belum rampung. Hal itu kata dia dikarenakan adanya tarik ulur antara BP Batam dengan Pemko Batam.

Loading...

“Tapi selalu tarik ulur antara BP dan Pemko yang urusannya ke rakyat,” ujarnya, Rabu (18/7/2019) malam.

Salah satu sudut pembangunan Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Tolong selesaikanlah sehingga ada tata ruang sebagai acuan pembangunan Batam,” ujarnya lagi.

Arif menambahkan, tanpa RTRW, maka Pemko akan kesulitan mengatur tatanan hidup masyarakat.

“Pemda kan perlu sekolah dan atur pemukiman masyarakat. Jadi kedua institusi itu harus menyelesaikannya,” katanya.(leo)

Loading...