batampos.co.id – Sebanyak 13 perusahaan disidang di Pengadilan Negeri Batam, Jumat (19/7/2019).

Belasan perusahaan itu tersangkut kasus tindak pidana ringan (tipiring), melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Yakni tidak patuh pada keselamatam kerja. Ke-13 perusahaan tersebut adalah CV FMU, PT SPA, PT CUS, PT JGS, PT G, PT SDM, PT DBAK, PT IJS, PT PD A, PT CMP, PT PPP, dan PT MWI, serta PT Persero.

Setelah melalui proses persidangan, perusahaan ini dinyatakan bersalah lantaran tidak melaporkan tenaga kerjanya ke Disnaker dan juga tidak mematuhi aturan keselamatan kerja.

Ilustrasi kawasan industri di Kota Batam. Foto; Dokumentas batampos.co.id

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Batam, Muhammad Chandra, membacakan putusan tersebut menyatakan 12 dari 13 perusahaan disangkakan melakukan pelanggaran terhadap pasal 6 ayat (1) juncto pasal 10 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan, dengan pidana denda Rp 700 ribu subsider tiga hari kurungan.

Sementara PT PP (Persero) disangkakan melakukan pelanggaran terhadap pasal 11 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan pasal 43 ayat (2) PP 44 Tahun 2015, dengan pidana denda Rp 1,2 juta.

Kepala Unit Pelayanan Tugas (UPT ) Dinas Tenaga Kerja Kepri Sudianto mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya pembinaan kepada perusahaan sebelum menempuh jalur hukum.

”Namun, masih saja melanggar aturan tenaga kerja,” ucapnya.(une)

Loading...