Sabtu, 4 April 2026

Sei Gong Bendungan Muara Pertama di Indonesia yang Dibangun dengan Teknik Dewatering

Berita Terkait

batampos.co.id – Bendungan Sungai Gong di Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang, Kota Batam, menjadi bendungan muara pertama di Indonesia yang dibangun dengan sistem dewatering.

Sistem itu menerapkan pola pengeringan air tanah atau permukaan agar tidak menghambat proses pengerjaan konstruksi, khususnya bagian fondasi bangunan.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV, Ismail Widadi, menuturkan, bendungan Sungai Gong yang tidak dalam dan berada di kawasan menjorok ke dalam sangat mendukung pengerjaan dengan sistem dewatering.

“Saat kita coba keringkan, alhamdulilah berhasil kering, ini berbeda dengan bendungan muara lain seperti di Duriangkang dan Tembesi,” katanya saat ditemui dalam acara pengairan pertama di Bendungan Sungai Gong, Jumat (19/7/2019).

“Di sana lebih dalam dan pengaruh arus laut dan angin cukup besar, tapi Sungai Gong ini berbeda, mendukung sekali untuk dilakukan pengeringan,” kata Widadi lagi.

Bendungan Sei Gong menjadi bendungan muara pertama di Indonesia yang dibangun dengan teknik Dewatering. Foto: Bobi/batampos.co.id

Dengan berhasilnya sistem dewatering ini, proses pengerjaan konstruksi fondasi bendungan seluas 355,99 hektar dengan kapasitas tampung 11,8 juta meter kubik itu langsung bisa dikerjakan.

Dengan sistem ini juga, kata dia, proses pengerjaan proyek bendungan yang masuk dalam proyek strategis nasional tersebut berhasil diselesaikan tepat waktu sesuai dengan waktu yang ditentukan. Yakni selama 1,440 hari kerja.

“Ini pertama kali pembangunan bendungan muara dengan teknik dewatering atau pengeringan air,” jelasnya.

“Sehingga langsung dimulai dengan fondasi dan diuruk sampai bulan Juli 2018, dan akhir tahun 2018 konstruksi bendungan berhasil diselesaikan,” paparnya lagi.

Selanjutnya, bendungan ini akan menjalani proses desalinasi. Proses untuk memperbaiki kualitas air sehingga bisa dikonsumsi masyarakat ini akan dilakukan selama sekitar satu sampai dua tahun.

Selain itu, Ismail menjelaskan kalau BWS Sumatera IV juga telah menyiapkan sistem pompa air untuk nantinya bisa disalurkan kepada masyarakat.

Hanya saja hal tersebut tetap harus menunggu proses pengerjaan sistem instalasi ke masyarakat yang nantinya menjadi domain BP Batam.(bbi)

Update