batampos.co.id – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, mengaku kesulitan menangani gelandangan dan pengemis (Gepeng).

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Hasyimah,  mengaku, menangani gelandangan dan pengemis (gepeng) bukan perkara mudah.

Gepeng kata dia, selalu jadi persoalan yang pelik dan menjamur, terutama pada momen Ramadan maupun Lebaran.

Seorang anak yang diduga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) saat berada di traffic light sekitaran nagoya, Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

“Mereka (Gepeng) banyak yang enggan diberi pelatihan, bahkan saat diberi pelatihan  masak ada yang lari,” kata Hasyimah, Minggu (21/7/2019).

Padahal, Dinsos sendiri memiliki program pelatihan keterampilan antara lain salon dan pengelasan. Mereka dilatih mulai lima hari sampai 1 bulan 20 hari.

”Program pembinaan kita ada, malahan mereka yang ikut kami beri sertifikat,” tutup Hasyimah.(une)

Loading...