batampos.co.id – Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam telah memberangkatkan 18 kelompok terbang (kloter) JCH ke Tanah Suci hingga Senin (22/7). Jumlah total JCH mencapai 8.032 orang yang merupakan gabungan JCH dari Kepri, Riau, dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Kabag Humas dan Informasi PPIH Embarkasi Batam Syahbudi merinci, dari 8.032 JCH yang telah tiba di Tanah Suci terdiri dari dua kloter dengan jumlah 894 orang, 10 kloter dari Riau ber­jumlah 4.474 orang, dan dari enam kloter JCH asal Kalbar se­banyak 2.664 orang.

“Totalnya 18 kloter atau 8.032 jemaah,” kata Syahbudi, Senin (22/7).

Syahbudi menjelaskan pemberangkatan JCH Embarkasi Batam masih akan berlangsung hingga 2 Agustus mendatang. Kloter terakhir merupakan gabungan dari Kalbar, Kepri, dan Riau. Khusus untuk JCH Kepri, seluruh dokumen sudah selesai diproses. Visa JCH Kepri yang akan diberangkatkan di kloter terakhir sudah rampung.

“Tidak ada masalah. Semua dokumen sudah siap. Jemaah tinggal menunggu waktu keberangkatan saja,” ujarnya.

Ia mengimbau untuk JCH yang tengah menunggu keberangkatan agar menjaga kesehatan. Perbedaan cuaca menjadi faktor yang paling memengaruhi keadaan kesehatan JCH.

“Minum vitamin agar badan tetap sehat ketika beradaptasi di sana,” imbaunya.

Begitu pula saat sudah berada di Tanah Suci, jemaah diminta tidak beraktivitas berlebihan di luar ruangan. Sebab suhu udara di Tanah Suci saat ini men­­capai 41 derajat Celcius.
Untuk itu JCH diminta menjaga kesehatan dan mengenakan pakaian pelindung seperti payung, kacamata, dan masker.

“Banyak-banyak minum air putih dan mengurangi kegiatan di luar kecuali penting,” terangnya.

Sejauh ini, kata Syahbudi, sudah ada dua jemaah Embarkasi Batam yang meninggal. Mereka adalah Subli Bin Muhammad, JCH kloter 3 asal Indagiri Hilir, Riau dan Khairil Abbas bin Salim, 62, JCH kloter 2 asal Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Sementara keberangkatan JCH mulai kloter 17 pada Senin (22/7) langsung menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Sebab pelaksanaan ibadah haji sudah semakin dekat.

“Karena lebih dekat, jadi memang mereka langsung menuju Jeddah. Saat ini JCH yang sudah tiba di Tanah Suci tetap menjalankan ibadah sunah hingga ibadah puncak nanti,” kata dia. (rng/yui)