Ajang Gaikindo International Indonesia Auto Show (GIIAS) 2019 tengah berlangsung. Ini jadi momen kebangkitan otomotif.

Semoga.

Semua pabrikan ambil bagian dalam event yang dihelat di International Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, 18-28 Juli 2019. Bahkan, produsen baru ikut serta.

Yang menarik, GIIAS jadi momen bangkitnya otomotif dalam negeri. Produsen lama ramai-ramai meluncurkan produk terbarunya.

Bahkan, produsen baru “berani” menantang produsen lama yang sudah malang melintang di kancah otomotif Tanah Air.

Ini kabar bagus. Artinya, dunia otomotif optimistis menatap tahun ini. Bahkan, mayoritas membukukan penjualan positif di semester I. Harapannya, dapat mendongkrak ekonomi Indonesia.

GIIAS ini ibarat sirkuit. Tempatnya balapan. Adu cepat. Dengan strategi yang matang, dia akan menjadi pemenang. Siapa yang bisa memikat hati pengunjung, pasti dapat konsumen terbanyak. Menarik.

Semua pabrikan bersaing ketat. Persaingan dunia otomotif lebih kompetitif. Tidak sekadar jual mobil. Persaingan juga merambah pada pelayanan dan cara mendapatkannya. Benar-benar sehat.

Ini yang kita tunggu-tunggu. Tak ada lagi produsen atau diler yang santai. Semua harus kerja keras. Harus keluar dari zona nyaman. Sama-sama start dari zona susah. Harus bersaing ketat. Lengah sedikit saja, bisa wassalam.

Kayak MotoGP atau Formula 1, siapapun bisa jadi pemenang. Di manapun dan kapanpun bisa bersaing. Di tikungan bisa terjadi kejutan. Yang sampai garis finish boleh jadi pemenang. Yang membukukan penjualan terbanyak, dialah yang menang.

Saat ini, otomotif memang jadi bisnis primadona. Apalagi dengan segala kemudahan dan pelayanan yang diberikan kepada konsumen. Tinggal pintar-pintar memikat konsumen aja.
Toh, banyak produk yang bisa dijual. Entah kendaraan untuk keperluan keluarga atau niaga. Apapun produk otomotif yang dipilih, masing-masing punya keunggulan. Tidak mungkin berani bersaing di Indonesia apa adanya.

Ingat, Indonesia ini pasar otomotif terbesar. Semua produsen punya peluang sama. Karena konsumen Indonesia sudah cerdas. Pada pintar-pintar. Tidak sekadar memikirkan punya mobil saja. Lebih dari itu. Pelayanan, kualitas, dan kemudahan jadi tolok ukur.

Saya tidak sabar melihat industri otomotif bersaing ketat. Jor-joran. Sikut-sikutan. Bersaing memberikan yang terbaik untuk konsumen. Dengan begitu, persaingan akan semakin ketat. Ending-nya, bangkitnya otomotif.

Kalau otomotif tumbuh, saya yakin industri lain ikutan melonjak. Bagaimanapun juga, otomotif ikut berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Sejajar dengan properti dan lainnya.

Menarik dinanti, multiplier effect dari pertumbuhan industri otomotif. Sampai di titik mana bangkitnya. Semoga makin melejit. Tidak sebatas titik. Tapi terus-menerus. (*)

Loading...