batampos.co.id – Kota Batam akan segera memiliki kawasan ekonomi khusus (KEK) yang bergerak di sektor jasa perawatan atau maintenance pesawat.

Lokasinya ada di Bandara Internasional Hang Nadim dan sekitarnya. Guna memuluskan wacana tersebut, saat ini pemerintah tengah merevisi dua Peraturan Pemerintah (PP) terkait KEK.

Sehingga memungkinkan KEK jasa perawatan pesawat dibuka di Kota Batam. Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawady membenarkan hal tersebut.

“Sudah dieksekusi, tapi bukan hanya untuk perawatan pesawat saja, tapi juga aircargo logistic sampai pendidikan vokasi aerotech,” katanya, Selasa (23/7/2019).

“Untuk status KEK, sekarang juga tengah dibahas di Dewan Nasional,” paparnya lagi.

Alasan mengapa status KEK jasa perawatan pesawat perlu digesa, hal itu disebabkan, Lion Air Group sudah memiliki pusat maintenance di Kota Batam dengan masa kontrak 35 tahun dan baru saja diperpanjang lagi.

Kawasan Bandara Internasional Hang nadim Batam. BP Batam saat ini mengesa KEK untuk kawasan Hang Nadim. Foto: Putut Ariyotejo/batampos.co.id

Kata Edy, tujuan Lion memperpanjang masa sewanya karena ingin menjadikan Kota Batam sebagai pusat perawatan seluruh pesawat maskapai miliknya.

Ditambah lagi, Lion tengah menjajaki kerjasama dengan Garuda Indonesia Group untuk menyatukan bengkelnya.

Pemerintah kata dia, sangat mendukung langkah tersebut. Bahkan berencana menambah fasilitas lain selain fasilitas fiskal.

Pemerintah kata Edy, tampaknya ingin memanjakan kedua maskapai tersebut dengan harapan keduanya dapat membantu masyarakat dalam mendapatkan tiket pesawat murah.

Selain itu, Lion juga akan membuka perguruan tinggi swasta kejuruan Kirana Angkasa Polytechnic yang berfokus di bidang aeromarine pada 28 Agustus mendatang.

“Saya senang Lion mau bikin vokasi mengenai perawatan pesawat, logistic, avionic system dan tampung siswa sebanyak 150 orang dari program studi yang ada. Artinya kita punya sumber daya baru di bidang penerbangan,” tegasnya.(cr1)