batampos.co.id – DPRD Kota Batam meminta Pemko Batam untuk memaksimalkan dana Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) para pencari kerja di Batam.
Ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2013 tentang Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing, dimana minimal 70 persen dari total retribusi harus diperuntukkan untuk kepentingan pekerja lokal di Batam.
”Memang sangat jelas di Perda itu bahwa minimal 70 persen harus digunakan untuk pekerja,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho, Senin (22/7/2019).
“Tapi kita harus akui, itu belum terealisasi,” katanya lagi.
Udin mengatakan, dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Wali Kota Batam beberapa waktu lalu, disebutkan ada belasan miliar yang diperuntukkan untuk Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Padahal kalau sesuai ketentuan, maka harusnya minimal Rp 20 miliar.
”Memang tidak sampai 70 persen. Dan yang sudah masuk ke Disnaker itu sebagian juga digunakan untuk biaya administrasi. Jadi, tidak murni untuk pekerja,” jelasnya.
Ia berharap tahun ini Pemko Batam lebih serius untuk meningkatkan kemampuan para pekerja. Ia juga berharap tahun ini jumlah dana IMTA untuk peruntukan pekerja ditambah.

”Kita harus meningkatkan daya saing kita. Pekerja kita harus bisa bersaing dengan pekerja asing. Dan memang dana IMTA peruntukannya untuk itu,” sebutnya.
Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Batam Jefri Simanjuntak juga mengatakan senada. Menurut dia, memang dana IMTA untuk pekerja.
Dimana akan dipergunakan untuk pengembangan keahlian pekerja di Batam.
”Memang sudah beberapa kali dibuat pelatihan untuk pekerja. Tapi menurut saya itu harus terus ditambah durasinya. Harus ditambah juga pesertanya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Batam Rudi Sakyakirti mengatakan, setiap tahun Pemko Batam melakukan pelatihan terhadap pencari kerja di Batam.
Berbagai jenis keahlian diajarkan kepada setiap pencari kerja.
”Tahun ini juga akan dilakukan. Ada beberapa jenis keahlian yang ditawarkan,” apaprnya lagi.
“Harapan kita akan semakin banyak pencari kerja yang sudah siap kerja di Batam,” ucapnya.
Rudi mengatakan, sudah banyak pencari kerja yang mengi-kuti pelatihan sudah bekerja di beberapa perusahaan.
Untuk itu, ia berharap akan semakin banyak pencari kerja yang ikut pelatihan yang terserap di perusahaan di Batam. Termasuk yang buka usaha sendiri.
”Ya mudah-mudahan banyak yang punya usaha sendiri dengan keahlian yang ia punya,” katanya.(ian)
