batampos.co.id – Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah tinggal tiga pekan lagi, tapi sejumlah pedagang hewan kurban di rumah potong hewan Seitemiang, Sekupang, mengaku hingga saat ini permintaan masih sepi. Bahkan, omzet mereka cenderung turun hingga 30 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurut pedagang hewan kurban di rumah potong hewan di Seitemiang, Habib Syaifudin, omzet penjualan hewan kurban sedikit menurun ketimbang tahun lalu.

”Kalau dulu sudah sekitar 50-60 persen stok sapi saya terjual ketika jelang Iduladha,” ungkap Habib Syaifuddin, Senin (22/7) siang.

Jenis sapi yang dijualnya seperti sapi Bali, metal, dan limosin. Padahal, tahun lalu dia mampu menjual puluhan ekor sapi hingga H-5 dan H-7 Iduladha. Tidak hanya sapi, tapi juga kambing.

Untuk pasar sendiri, umumnya ia menjual di sekitar Batam, juga ke Tanjunguban, Bintan.


Tiga pekan menjelang Hari Raya Iduladha 1440 Hijriah, permintaan hewan kurban masih sepi.
foto: batampos.co.id / azis maulana

”Kambing atau sapi sama saja. Mungkin karena faktor ekonomi yang sedang lesu, pesanan dari Tanjunguban atau daerah lainnya pun sama. Kondisi ini terjadi bah-kan tanpa adanya kenaikan harga hewan kurban,”ucapnya.

Satu ekor sapi dijual mulai harga Rp 15 juta hingga Rp 70 juta, tergantung jenis, ukuran dan beratnya. Sedangkan kambing dijual mulai harga Rp 1 juta hingga Rp 3 juta per ekor.
Habib mengaku mendatang-kan hewan-hewan kurban tersebut dari Provinsi Jambi, Lampung, dan Palembang. Namun, dengan lesunya daya beli masyarakat, dia pun terpaksa tak banyak menjualnya.

Terkait pengecekan kesehatan sapi, Habib mengatakan bahwa sejak di daerah asalnya sudah dicek. Lalu, ketika sampai di Batam dilakukan pengecekan kembali.

Sementara itu, senada juga disampaikan Iwan, pedagang hewan kurban di lokasi yang sama. Dia mengatakan, daya beli masyarakat pada hari raya kurban tahun ini sepertinya jauh menurun. Tahun lalu, kata dia, satu pekan menjelang Iduladha dia mampu menjual hingga 100 ekor sapi. Jumlah tersebut terus bertambah hingga H-1.

Kendati demikian, dia hanya bisa pasrah terhadap kondisi tersebut di tengah lesunya daya beli masyarakat saat ini karena memang kondisi ekonomi yang terus menurun. ”Bukan hanya saya yang merasakan, penjual hewan kurban lainnya juga mengaku saat ini daya beli dari masyarakat turun,” terang Iwan. (cr1)