batampos.co.id – Dermaga atau pelabuhan menjadi salah satu sarana yang dibutuhkan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

Hadirnya pelabuhan akan memudahkan masyarakat pesisir yang umumnya berprofesi sebagai nelayan dalam menambatkan perahu dan ssampan mereka usai beraktivitas di laut.

Terlebih jika kondisi perairan tengah surut, pelabuhan menjadi sarana yang sangat memudahkan bagi nelayan.

Karena mereka tidak perlu mengarungi lumpur atau karang untuk kembali ke rumah.

Kondisi inilah yang tengah dinantikan masyarakat Kampung Monggak Kelurahan Rempang Cate, Galang, Kota Batam.

Permintaan pengadaan pelabuhan terus diajukan saban tahun pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Suasana Kampung Monggak, Galang, Kota Batam saat air surut. Masyarakat Kampung Monggak sangat mengharapkan Pemko Batam dapat membangun pelabuhan di tempat mereka menetap. Foto: Bobi/batampos.co.id

Akan tetapi sampai saat ini hal tersebut belum juga direspon Pemko Batam.

“Musim air kering (surut) susah sekali, di mana kampong kami tak ade pelabuhan, masyakat susah kembali ke rumah,” kata warga Kampung Monggak, Rici Rahmat, Senin (22/7/2019).

“Harus ngarung lumpur dulu karena tak ada pelabuhan,” ujarnya lagi.

Rici melanjutkan, perjuangan untuk menghadirkan pelabuhan di Kampung Monggak ini memang terus-menerus akan dilakukan.

Ia berharap pemerintah bisa memahami apa yang benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat pesisir.

Hadirnya pelabuhan, kata bapak satu anak ini, tidak hanya memudahkan masyarakat di Kampung Monggak saja.

Tapi juga akan memudahkan masyarakat dari berbagai daerah yang datang melalui jalur laut.

“Kalau sekarang ini orang tau mau singgah dimana, kalau orang yang baru datang pasti cari pelabuhan untuk singgah,” kata Rici lagi.(bbi)