batampos.co.id – Berbeda dengan sekolah kebanyakan yang kelebihan siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) lalu, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 26 Batam justru kekurangan siswa. Hingga saat ini tercatat hanya 23 siswa yang terdaftar di sekolah tersebut.

SMAN 26 Batam yang kini menumpang di gedung milik SMP Negeri 43 Batam, yang berlokasi di kawasan Perumahan Oma, Batam Center, masih membuka pendaftaran siswa baru hingga akhir Juli ini.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri M Dali mengaku cukup kaget SMAN 26 Batam kekurangan siswa. Padahal, sebelum didirikan sekolah baru ini, ada ratusan orang yang tidak tertampung di SMAN 3 Batam dan puluhan di SMAN 20 Batam.

”Mungkin ada yang sudah mendaftar di swasta, atau tempat lainnya,” katanya, Selasa (23/7).

Terkait masih banyak calon siswa yang menunggu dibukanya rombongan belajar (rombel) baru, baik di SMAN 3 maupun SMAN 20, Dali dengan tegas mengatakan tidak ada penambahan siswa lagi di dua sekolah tersebut, karena jumlah siswanya sudah di tahap maksimal. Apabila ada penambahan, akan mengganggu proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

Siswa SMA 26.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

”Makanya dibuatkan sekolah baru,” ungkapnya.

Apakah dengan hanya jumlah siswa yang sedikit, SMAN 26 tetap berdiri? Dali menegaskan walaupun hanya 23 siswa, SMAN 26 akan tetap berjalan. Dan ia memastikan proses belajar mengajar akan berlangsung baik dan lancar. ”Saya jamin (mutu) pendidikan di sini,” tegasnya.
Ia mengatakan, guru-guru yang akan ditempatkan SMAN 26 memiliki kualifikasi yang baik. Khusus untuk guru berstatus ASN, ada guru senior sudah memiliki sertifikasi.

”Pengajar di sini (SMAN 26) tidak hanya guru ASN. Nantinya juga ada guru non ASN yang direkrut dari sekolah-sekolah lain,” terangnya. ”Selain itu, Disdik juga akan merekrut guru non ASN baru. Soal gaji, akan dibayar oleh pemerintah (Pemprov Kepri),” sambungnya.

Menyangkut banyaknya orangtua siswa yang khawatir dengan status akreditasi dan nasib sekolah ini ke depan, Dali minta untuk tidak perlu khawatir. ”Pasti akan diakreditasi, itu nanti dibuktikan di ijazah anak-anak saat lulus dari sini (SMAN 26 Batam),” ucapnya.

Anak-anak yang bersekolah di SMAN 26, menurutnya bukanlah anak-anak yang tak memiliki kemampuan. Na­mun karena sistem yang baru, membuat mereka kesulitan masuk ke sekolah-sekolah yang sudah lama berdiri di kawasan Batam Kota.

”Ada anak di sini (SMAN 26) yang nilai UN mencapai 94,85. Sangat luar biasa ini, jadi anak-anak di sini sangat luar biasa,” ucapnya.

Demi meningkatkan minat belajar anak-anak tersebut, Dali berjanji akan menjadi pengajar di sekolah tersebut.

”Saya akan datang ke sini, mengajari anak-anak di sini,” imbuhnya. Dali menambahkan SMAN 26 masih menerima siswa baru hingga akhir bulan ini. ”Siapa yang mau sekolah atau belum mendapatkan sekolah, silakan datang ke SMAN 26,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa bangunan sekolah, baik SMAN 25 dan SMAN 26, akan rampung saat penerimaan siswa baru tahun depan. Begitu juga penambahan ruang kelas baru (RKB).

”RKB untuk sekolah-sekolah di Batam, kami rencanakan pertengahan tahun depan sudah selesai,” ucapnya.

(ska)